Article Details

“FOOD GUERILLA” FOOD HUB BERBASIS KOMUNITAS DI KIARACONDONG, KOTA BANDUNG

Oleh   Haidar El Haq Hibaturrahim [15215075]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Christina Gantini, M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : food hub, Bandung, sistem pangan, komunitas
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 20 Sep 2019

Generic placeholder image
ABSTRAK Haidar El Haq Hibaturrahim

Terbatas
» ITB


Proyek Food Hub berbasis komunitas di Kota Bandung ini merupakan proyek fiktif. Proyek ini mewadahi fungsi produksi, pemrosesan, distribusi, konsumsi, dan edukasi sistem pangan dengan melibatkan komunitas dan masyarakat sekitar sebagai respons dari isu terancamnya ketahanan pangan kota, segregasi manusia dengan sistem pangan, dan banyaknya gerakan inisiatif pangan bottom-up yang belum terwadahi. Pemrakarsa dari proyek ini adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) dan komunitas inisiatif pangan. Lahan proyek merupakan lahan milik PT KAI yang berada di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung dengan luas 13.420 meter persegi. Konsep dasar yang digunakan pada rancangan Food Hub ini adalah “Food Guerilla”. Kedua kata ini mengacu pada asosiasi makna yang berbeda: Food pada hal-hal terkait sistem, siklus, dan proses, Sedangkan guerilla berkaitan dengan intervensi pengguna yang bersifat spontan dan bottom-up. Dua kata tersebut mengisyaratkan bahwa pada bangunan dibutuhkan dua pendekatan yang diaplikasikan dalam konsep lanskap, massa bangunan, ruang, sirkulasi, dan hubungan antara ruang dalam dan ruang luar dengan memperhatikan aspek pengguna, fungsi dan tapak. Isu-isu yang akan dijawab oleh konsep ini adalah interaksi antarpengguna yang berkaitan dengan bagaimana rancangan memiliki sense of place sehingga pengguna punya rasa memiliki terhadap tempat, sirkulasi pengguna pengunjung dan non-pengunjung yang memiliki kebutuhan berbeda, dan respon terhadap kawasan yang berkaitan dengan hubungan bangunan dengan kawasan dan pencerminan fungsi dari citra bangunan.