Article Details

LIGHT AS MEMENTO MUSEUM PAHLAWAN JAWA BARAT DI KOTA BANDUNG

Oleh   William Abil Bobby Setiawan [15215027]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.Eng. Arif Sarwo Wibowo, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Museum, Pahlawan, cahaya, memeto, sequence
Sumber :
Staf Input/Edit : Sandy Nugraha  
File : 1 file
Tanggal Input : 13 Sep 2019

Generic placeholder image
ABSTRAK William Abil Bobby Setiawan

Terbatas
» ITB


Bandung merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun di kota ini fasilitas edukasi perjuangan kepahlawanan masih kurang terlihat. Adapun museum pahlawan Jawa Barat yang ada saat ini masih kurang representatif. Kurangnya perawatan museum yang ada di Bandung dan minimnya kebaruan dalam desain yang mencerminkan ciri khas museum, membuat masyarakat enggan mengunjungi museum. Banyaknya pahlawan dari Jawa Barat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, sudah selayaknya diapresiasi dengan dibangunnya sebuah fasilitas khusus sebagai tempat bertutur kepahlawanan dari Jawa Barat. Dengan merespon segala isu dan constraint utama pada tipologi museum dan tapak, maka terpilihlah desain yang mengangkat konsep ‘Light as Memento’. Kata memento mewakili bangunan museum yang bertindak sebagai objek sentimental pengingat perjuangan pahlawan Jawa Barat di masa lampau. Kata memento juga berarti suasana perjuangan pahlawan harus tergambar dalam segala aspek bangunan. Suasana ini akan disusun menjadi suatu sequence yang alur ceritanya di dalam bangunan akan dipandu oleh cahaya sebagai narator utama dari cerita perjuangan. Sequence ini dimaksudkan untuk membuat pembelajaran sejarah menjadi suatu pengalaman yang menggugah dan menyenangkan, sehingga menghasilkan immersive experience dan pendidikan karakter pada setiap kunjungan ke museum. Tapak museum terletak di Jalan Cikutra tepatnya di depan Taman Makam Pahlawan dengan asumsi klien Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemrakarsa, Koramil 1802 sebagai pemilik lahan, dan Asosiasi Museum Indonesia Daerah Jawa Barat sebagai pengelola. Tapak museum ini memiliki keunikan yakni banyaknya vegetasi alami dengan tajuk–tajuk yang rindang menghalangi view ke dalam dan ke luar tapak, namun pada titik tertentu ada visual exposure yang sangat baik dengan vista ke arah monumen menara Taman Makam Pahlawan. Selain itu, bentuk tapak dengan kelengkungan non geometris membuat tapak berpotensi mewadahi permeabilitas dari berbagai sisi. Bentuk tapak dan visual exposure tapak menjadi 2 hal terpenting yang mempengaruhi bentuk utama massa bangunan. Konsep “Light as Memento” diwujudkan dengan menyusun sequence cerita perjuangan dimulai dari pintu masuk hingga ke 4 ruang ekshibisi dengan tema perjuangan berbeda di 3 ketinggian berbeda (bawah tanah, sejajar dengan tahan, di atas tanah) dengan pencahayaan berbeda. Keempat ruang ekshibisi beserta area publik akan di wadahi dalam 1 massa bangunan berbentuk lingkaran dengan fitur teras. Ide bentuk melingkar dan berteras-teras diambil dari bentuk amphitheater sebagai tempat menonton suatu pertunjukkan dari segala sisi. Ide ini diaplikasikan ke ruang ekshibisi agar setiap ruang mendapat vista ke arah monumen Taman Makam Pahlawan dari ruang dalam. Dari ruang luar, vista dipertahankan dengan memandu field of view pengunjung dengan 2 bidang lengkung di tengah massa bangunan mengikuti axis ke arah monumen Taman Makam Pahlawan. Kemudian 1 bidang lengkung di sisi Barat ditambahkan untuk mewadahi permeabilitas dari berbagai sisi di depan tapak.