Article Details

OPTIMALISASI GROUND SUPPORT SISTEM (STUDI KASUS: TERMINAL 3 BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA)

Oleh   Elisabet Yuvitasari [29117070]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Leo Aldianto, MBA, MSAE
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : Magister Bisnis dan Administrasi - Teknologi
Fakultas : Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
Subjek : General management
Kata Kunci : bandara, bauran pemasaran, ground support system, perbaikan bisnis proses
Sumber : PT Angkasa Pura II (Persero)
Staf Input/Edit : Neng Kartika   Ena Sukmana
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-09-12 14:33:58

PT Angkasa Pura II (Persero) membangun infrastruktur fasilitas Ground Support Sistem (GSS) di stan parkir nomor G15 sampai G57 di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. GSS yang dibangun AP II terdiri atas Ground Power Unit (GPU) atau layanan listrik, Pre-Conditioned Air Unit (PCA) atau layanan udara bersih, dan Water Service Unit (WSU) atau layanan air yang terdiri atas potable water atau air minum, blue water atau air bersih, dan sewage water atau air limbah. Pengelolaan fasilitas GSS tidak efisien dan bisnis GSS tidak berjalan optimal karena masalah biaya operasi dan pemeliharaan peralatan GSS lebih besar dari pendapatan GSS, petugas operator dan teknisi GSS berasal dari pihak kedua/vendor yang berbeda, waktu respon perbaikan peralatan yang lama, dan desakan hukum yang lemah untuk dapat memaksa maskapai selalu menggunakan GSS AP II. Tujuan riset ini adalah untuk mengoptimalisasi dan mengembangkan bisnis GSS. Kualitatif riset dilakukan melalui wawancara dan memeriksa dokumen perusahaan. Tinjauan literatur dengan perbaikan bisnis proses model Six-Sigma DMAIC dan strategi bauran pemasaran 4P yang digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan bisnis dan membantu menemukan solusi. Berdasarkan pada fase define, measure, dan analyze, akar permasalahan yang membuat utilisasi GSS rendah adalah karena perbedaan vendor teknisi dan petugas operator, waktu respon yang lambat, jatuhnya tegangan kelistrikan (trip) dari GPU, dan kurangnya kegiatan promosi. Langkah selanjutnya adalah memformulasikan solusi bisnis melalui fase improve dan control. Solusi pertama yaitu mengembangkan sistem pemantauan dan pelaporan GSS. Solusi kedua yaitu mengembangkan strategi bauran pemasaran 4P. Strategi Product dengan mengembangkan produk GPU, PCA, dan WSU yang bebas dari cacat dan terjamin kualitasnya. Strategi Place dengan menginstal sensor waktu otomatis di fasilitas WSU, melakukan pelatihan dan penambahan petugas Komersial untuk melakukan sosialisasi dan promosi. Strategi Promotion dengan melakukan promosi menggunakan saluran pemasaran tradisional, yaitu iklan, pemasaran langsung, promosi penjualan, penjualan langsung, dan hubungan masyarakat. Strategi Price dengan menetapkan GSS tarif per menit.