Article Details

PERANCANGAN LIFESTYLE CENTER DENGAN INTERPRETASI GAYA HIDUP URBAN DI JALAN ASIA-AFRIKA, BANDUNG

Oleh   Leviandri [25216031]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Firmansyah, S.T., M.T.;Indah Widiastuti, S.T., M.T., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : pusat perbelanjaan, lifestyle center, gaya hidup dan Bandung
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 10 file
Tanggal Input : 08 Jul 2019

Untuk tetap bertahan sebagai tujuan rekreasi dan berbelanja bagi masyarakat urban, lifestyle center harus mempertimbangkan gaya hidup lokal agar menjadi unik dan berbeda namun tetap nyaman dikunjungi oleh masyakarat kotanya. Globalisasi berdampak pada terciptanya kemonotonan pada rancangan bangunan dan program dalam pusat perbelanjaan di kota-kota di Indonesia. Budaya dan gaya hidup masyarakat yang spesifik dapat digunakan dalam fasilitas lifestyle center sebagai pembentuk suasana yang unik dan khas. Dalam tesis desain ini, kajian literatur dilakukan untuk mendapat kriteria perancangan dari masingmasing topik. Kajian dilakukan untuk tipologi lifestyle center, gaya hidup urban Bandung serta konteks dan analisis tapak. Gaya hidup urban masyarakat Bandung ditentukan lewat fenomena yang dapat ditemukan yang memiliki sejarah serupa yang pernah terjadi sebelumnya dan dijelaskan dalam tiga gaya hidup: gaya hidup ‘nongkrong’, gaya hidup ‘eksis’ dan gaya hidup kreatif yang satu sama lain saling terkait. Ketiga gaya hidup masyarakat kota Bandung diinterpretasikan ke dalam bentuk aktivitas dan program dalam fasilitas lifestyle center sedangkan konteks dari tapak mempengaruhi citra visual bangunan. Lokasi perancangan mengambil kota Bandung yang merupakan salah satu kota berkembang di Indonesia namun gaya hidup spesifik ditemukan dalam masyarakat kotanya. Tepatnya perancangan berlokasi di Jalan Asia-Afrika bersebelahan dengan Alun-Alun Bandung. Perancangan pada lokasi ini bertujuan agar pengunjung dapat dengan mudah mengenali bangunan serta aktivitas yang terjadi di dalamnya sebagai bagian dari identitas kota Bandung.