Article Details

PERANCANGAN BANGUNAN SURF CAMP DENGAN PEMANFAATAN MATERIAL TERBUANG DI CANGGU, BALI

Oleh   Kresna Aditya Ramadhan Paturusi [25215015]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.-Ing. Ir. Himasari Hanan, MAE;Dibya Kusyala, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : material bangunan, material terbuang, surf camp, Canggu
Sumber :
Staf Input/Edit : Alice Diniarti   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 26 Jun 2019

Canggu merupakan daerah pariwisata yang berada di Kabupaten Badung, Bali dengan budaya selancarnya yang kental dan berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan tiap tahunnya. Namun dengan terus meningkatnya jumlah wisatawan, kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan, dan sistem pengelolaan sampah yang kurang, membuat sampah di Kabupaten Badung ini menumpuk. Sampah tersebut termasuk sampah terdampar di pesisir pantai Kabupaten Badung yang merupakan sampah kiriman tiap tahunnya, sebagian besar berupa plastik, botol, kayu, dan bambu. Perancangan Bangunan Surf Camp Dengan Pemanfaatan Material Terbuang Di Canggu, Bali ini bertujuan untuk merespon potensi dan sebagai salah satu alternatif solusi pemecahan masalah yang ada. Surf Camp Canggu dengan konsep material ramah lingkungan khususnya pemanfaatan material terbuang merupakan fasilitas penginapan dengan didukung oleh fasilitas pengelolaan dan fasilitas pendukung yang merespon keadaan sekitar tapak yang berlokasi di Jalan Batu Mejan. Salah satu respon untuk keadaan sekitar adalah dengan cara mengolah sampah-sampah sekitar menjadi material bangunan dengan partisipasi masyarakat lokal mulai dari pengumpulan sampah hingga menjadi material siap pakai. Hasil analisis pemanfaatan material terbuang yang digunakan adalah pemanfaatan sampah kiriman pantai berupa plastik, botol plastik, kayu, dan bambu; sampah lingkungan sekitar berupa botol kaca; dan sampah bongkaran bangunan. Material tersebut selanjutnya dieksplorasi dan peletakannya disesuaikan pada fungsi, karakter, dan kriteria pada tiap ruang. Tujuan utama adalah untuk mengajak masyarakat dan wisatawan untuk lebih peduli pada lingkungan, oleh karena itu penerapannya pada bagian bangunan yang paling menonjol yaitu fasad. Fasad pada bangunan yang menggunakan material terbuang sebagai secondary skin mempertimbangkan privasi, pencahayaan, dan penghawaan tamu penginapan. Dengan melakukan ide ini diharapkan mampu mengajak masyarakat lokal, investor, dan wisatawan untuk menerapkan hal serupa sehingga mampu mengurangi polusi sampah atau material terbuang khususnya di Pulau Bali secara masif.