Article Details

KAJIAN ASPEK SOSIAL, LINGKUNGAN DAN VEGETASI JALUR HIJAU PERKOTAAN (Studi Kasus: Jalur Hijau Jalan Penghubung Taman Tegalega dan Taman Maluku, Kota Bandung)

Oleh   Reina Yulianti [21314007]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Mia Rosmiati, M.P.;Angga Dwiartama, S.Si., M.Si., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SITH - Biomanajemen
Fakultas : Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
Subjek :
Kata Kunci : jalur hijau jalan, Green network, Ruang Terbuka Hijau
Sumber :
Staf Input/Edit : agus slamet  
File : 1 file
Tanggal Input : 2019-02-12 11:05:10

Generic placeholder image
2016_TS_PP_REINA_YULIANTI_1-COVER.pdf

Terbatas
» ITB


Jalur Hijau merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan yang memiliki fungsi, salah satunya sebagai penyeimbang ekologi. Jalur hijau memiliki peran sebagai penyerap polusi, daerah resepan air, koridor dan habitat bagi satwa serta mendukung keseimbangan ekologi agar tetap terjaga. Konsep penataan RTH Kota Bandung yaitu melalui konsep green network dengan menghubungkan RTH yang satu dengan RTH yang lainnya melalui jalur hijau. Selain menyediakan akses bagi masyarakat, diharapkan keanekaragaman satwa perkotaan dapat terjaga. Namun demikian pengelolaan yang tidak tepat membuat pencapaian terhadap fungsi dari jalur hijau kurang maksimal terutama sebagai jalur yang multi fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek sosial, lingkungan dan vegetasi pada jalur hijau penghubung Taman Tegalega dan Taman Maluku. Lokasi Jalur hijau yang diamati yaitu: jalur hijau Jalan Tegalega, Jalan Alun-Alun, Jalan Asia Afrika, Jalan Sunda, dan Jalan Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling melalui penyebaran kuesioner dan purposive sampling melalui wawancara kepada narasumber dari dinas terkait dan ahli di bidang ekologi hewan dan tumbuhan. Data kuesioner dianalisis menggunakan skala Likert untuk mendapatkan informasi mengenai presepsi dan partisipasi responden . Observasi langsung dilakukan dengan mengukur CO, CO2 suhu, dan kelembaban serta mendata vegetasi. Data vegetasi dianalisis menggunakan Scoring Assessment Method dengan variabel penilaian fungsi ekologis dan konservasi. Dari hasil analisis diketahui bahwa hasil presepsi masyarakat mengenai fungsi, keragaman hayati, dan pengelolaan pada kelima jalur hijau dalam kategori baik. Respon partisipasi responden untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sangat positif dengan presentasi sebesar 80%. Hasil pengukuran CO dan CO2 pada kelima jalur hijau diketahui masih di bawah nilai baku mutu lingkungan. Hasil pengukuran suhu dan kelembaban menunjukkan bahwa jalur hijau Sumbawa memiliki nilai Temperature Humidity Index dalam kategori nyaman. Hasil Scoring Assessment Method terhadap vegetasi menunjukkan bahwa jalur hijau Sumbawa adalah jalur yang sangat baik kondisinya dalam mendukung fungsi jalur hijau sebagai koridor hijau perkotaan.