Article Details

ANALISIS LOW FLOW DI SUNGAI CIKAPUNDUNG PADA PERIODE 1992-2013

Oleh   Gilang Ramadhan [15310046]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Ir. Arief Sudradjat, MIS., Ph.D.;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : Teknik Lingkungan
Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
Subjek : Sanitary & municipal engineering
Kata Kunci : 7Q10, Cikapundung, ENSO, variabilitas low flow, penarikan air
Sumber : TUGAS AKHIR 10 Juni 2015
Staf Input/Edit : Lili Sawaludin Mulyadi   Ena Sukmana
File : 8 file
Tanggal Input : 2019-02-12 08:58:59

Generic placeholder image
2019_TA_PP_GILANG_RAMADHAN_1_-_BAB_1.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2019_TA_PP_GILANG_RAMADHAN_1_-_BAB_2.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2019_TA_PP_GILANG_RAMADHAN_1_-_BAB_3.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2019_TA_PP_GILANG_RAMADHAN_1_-_BAB_4.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2019_TA_PP_GILANG_RAMADHAN_1_-_BAB_5.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2019_TA_PP_GILANG_RAMADHAN_1_-_BAB_6.pdf

Akses : Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


Sungai Cikapundung mengalir di tengah Kota Bandung dan memberikan banyak manfaat bagi penduduk kota tersebut. Beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan debit di Sungai Cikapundung yang berujung pada kondisi low flow. Diduga bahwa penyebab kemunculan low flow ini adalah praktek penggunaan lahan dan penarikan air berlebih di daerah aliran sungai (DAS). Faktor lain yang diperkirakan ikut berkontribusi adalah perubahan kondisi iklim di DAS Cikapundung yang dipengaruhi oleh peristiwa ENSO (El Nino Southern Oscillation). Untuk itu dilakukan analisis mengenai variabilitas low flow dengan metode hidrologis 7Q10 untuk melihat variabilitas low flow di Sungai Cikapundung pada 22 tahun ke belakang (1992-2013) dan hubungannya dengan faktor-faktor yang menyebabkan kemunculan low flow ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai low flow 7Q10 pada seri tahunan dan musim kemarau di Pos Duga Air Maribaya adalah 1,25 m3/s sedangkan pada Pos Duga Air Gandok adalah 0,25 m3/s. Peristiwa El Nino yang tergolong kuat yang terjadi pada perode 2001-2006 diduga kuat mempengaruhi kemunculan low flow dan penurunan nilainya selama 22 tahun kebelakang. Faktor penarikan air dan perubahan tutupan lahan juga diperkirakan telah mempengaruhi nilai low flow sebagai bagian integritas dari pengelolaan DAS Cikapundung.