digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan ruang hunian berdasarkan aktivitas, fungsi ruang, tata letak ruang, dimensi ruang, pengguna ruang, dan teritori saat berlangsungnya event wisata religi di lingkungan permukiman Kampung Mahmud Kabupaten Bandung. Hal ini dilatarbelakangi fenomena bahwa hunian pada suatu permukiman dalam periode tertentu akan mengalami perubahan yang selalu berkaitan dengan waktu dan aktivitas manusia. Perubahan tersebut merupakan sebuah proses dalam menyesuaikan dan menanggapi kebutuhan manusia atas ruang untuk beraktivitas. Masuk dan berkembangnya wisata religi berupa kegiatan ziarah umat muslim dan penyelenggaraan event keagamaan kedalam lingkungan permukiman memberikan dampak terhadap perubahan ruang dalam lingkungan permukiman, khususnya dibeberapa unit huniannya. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan akan penyediaan sarana wisata dan perubahan/peralihan penggunaan ruang pada hunian saat berlangsungnya wisata religi. Pengamatan perubahannya, dilihat berdasarkan kondisi ruang hunian saat keseharian (low season) dan saat event (peak season) yang bersifat temporal/sementara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif (Mixed Methods). Dalam menganalisis perubahannya diawali dengan penjabaran data secara kualitatif yang menggambarkan kondisi ruang saat keseharian (low season) dan penjabaran mengenai keberadaan komponen pariwisata. Kemudian data mengenai perubahan ruang yang sudah diperoleh dari hasil wawancara dianalisis terlebih dahulu menggunakan analisis distribusi menggunakan program JMP dengan tujuan untuk memperoleh frekuensi tertinggi perubahan ruang dan untuk mengetahui ragam kategori perubahan berdasarkan variabel ruang yang diamati. Setelah itu, analisis korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabelnya. Kemudian dari hasil data kuantitatif pada perubahan ruang dibantu pula dengan analisis kualitatif deskriptif. Data perubahan yang ada kemudian dibandingkan dengan data ruang saat keseharian yang selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan secara deskriptif dan disesuaikan dengan teori transformasi. Dari 100 unit hunian yang diwawancara terdapat 75 hunian yang mengalami perubahan dan 25 hunian tidak mengalami perubahan. Perubahan ruang, dominan berada pada aspek aktivitas (72 hunian), fungsi (71 hunian), pengguna (70 hunian), dan teritori (51 hunian). Masuknya unsur wisata religi di Kampung ini merefleksikan fungsi komersial pada sebagian besar unit hunian yang ditandai oleh perubahan aktivitas berdagang yang paling tinggi yaitu membuka warung/kios disebagian ruang pada unit huniannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perubahan yang terjadi di Kampung Mahmud memiliki keragaman perubahan berdasarkan derajat perubahannya, dari perubahan sebagian kecil, sebagian besar dan perubahan total pada unit huniannya berdasarkan aspek aktivitas, fungsi, tata letak, dimensi, pengguna, dan teritori. Perubahan ruang berlangsung singkat hanya pada saat event religi dan kembali seperti semula pada kesehariannya, menggambarkan sebuah metamorfosis yang berulang pada tiap periodenya. Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi temporal ini merupakan sebuah transfigurasi ruang yang terjadi karena aktivitas wisata religi.