Article Details

TRANSFORMASI MOTIF BATIK CIREBON DI TRUSMI DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA UNTUK ARSITEKTUR MUSEUM BATIK

Oleh   Tyas Santri, ST. [25212009]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Indah Widiastuti, S.T., M.T., Ph.D.;Dr. Agus Suharjono Ekomadyo, S.T., M.T.;
Jenis Koleksi : S2 - Tesis
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Semiotika, Transformasi, Motif, Batik Cirebon, Trusmi, Keterbacaan, Komunikatif, Edukatif
Sumber :
Staf Input/Edit : suwadji   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 14 Jan 2019

Khasanah motif batik di Indonesia ini merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang memiliki nilai eksotis, filosofis, simbolis. Seperti halnya motif Cirebon yang memiliki nilai makna simbolik di balik guratan-guratan garisnya. Maka dari itu tesis ini bermaksud mengeksplorasi makna simbolik motif tersebut dengan segala hal keunikannya untuk dijadikan titik ukur yang akan digunakan melalui penjelajahan desain dalam bingkai arsitektur, sehingga lahir tampilan arsitektur yang mampu mencerminkan makna simbolik yang ada dalam motif batik tersebut. Transformasi dari makna simbolik yang ada pada batik Cirebon menggunakan pendekatan Semiotika untuk perancangan gubahan arsitektur Museum (massa, ruang beserta lingkungan binaannya) yang mampu memenuhi memberikan informasi mengenai segala hal berkaitan dengan batik Cirebon. Museum Batik Cirebon di Trusmi ini juga dirancang untuk menjadi tempat meneliti serta mengembangkan teknologi, bahan serta motif yang sesuai dengan tuntutan jaman. Karena itu museum ini dirancang untuk mampu berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang batik Cirebon melalui keterbacaan tampilan arsitektural dari simbolisme motif yang ada dan karenanya pendekatan Semiotika di butuhkan. Selain itu museum batik Cirebon ini juga akan menjadi oasis untuk kawasan sekitar. Penguraian tanda yang berada di balik motif batik ini menggiring transformasi menjadi lebih bermakna karena perubahan secara berangsur terjadi pada pembentukan massa oleh karena pengaruh referen budaya, sosial, ekonomi dan karakter alam yang terwakilkan oleh tanda yang ada pada setiap motif. Keunikan lokasi yang merupakan salah satu simbolisme dari sejarah peradaban kebudayaan Cirebon yaitu daerah kawasan Kampung Batik Trusmi akan membuat transformasi museum menjadi lebih kontekstual untuk dapat memenuhi tuntutan dan gaya hidup masyarakat kekinian. Dengan harapan museum dapat menjadi tempat wisata komunikatif dan edukatif serta menikmati berbagai fasilitas pendukung yang disediakan yang sesuai dengan dinamika perkembangan kehidupan masyarakat modern.