Article Details

HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN (HKBP) Di jalan Sudirman, Medan

Oleh   Diana Carolyn [15210049]
Kontributor / Dosen Pembimbing : Dr.-Ing. Ir. Himasari Hanan, MAE;
Jenis Koleksi : S1-Tugas Akhir
Penerbit : SAPPK - Arsitektur
Fakultas : Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan
Subjek : Architecture
Kata Kunci : Gereja, HKBP, pelestarian budaya-Batak, interaksi sosial, kegiatan publik,
Sumber :
Staf Input/Edit : suwadji   Ena Sukmana
File : 9 file
Tanggal Input : 30 Nov 2018

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-COVER.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_1.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_2.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_3.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_4.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_5.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_6.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-BAB_7.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan

Generic placeholder image
2014_TA_PP_DIANA_CAROLYN_SIAHAAN_1-PUSTAKA.pdf

Terbatas
» Gedung UPT Perpustakaan


HKBP merupakan salah satu Gereja Kristen Protestan terbesar di Indonesia. Gereja ini merupakan gereja kesukuan yang mengadaptasi budaya Batak ke dalam tata peribadahannya. Desain Gereja Kristen yang umumnya menolak secara tegas segala unsur duniawi menyebabkan wujud fisik Gereja HKBP terkesan ‘bersih’ dan cendrung mengikuti desain Gereja Basilika di Eropa. Hal ini sangat disayangkan mengingat Indonesia kaya akan seni dan budaya yang harus di lestarikan. Perancangan Gereja HKBP Sudirman yang mengambil lokasi di pusat kota Medan akan mengadopsi budaya lokal dari suku Batak Toba untuk tampilan bangunan agar identitas Gereja kesukuan dapat terwujud. Tapak yang sempit dan dilalui kendaraan yang padat, serta fungsi bangunan sekitar yang beragam merupakan tantangan utama perancangan. Bangunan harus menginterpretasikan identitas budaya Batak dan mengakomodasi kegiatan jemaat yang masih mempertahankan tradisi adat istiadat budaya masyarakat Batak. Citra dan ruang interasi diambil sebagai isu utama perancangan Gereja HKBP Sudirman. Gereja bangunan kompak dengan struktur bentang lebar yang mengadaptasi bentuk rumah batak merupakan konsep besar perancangan. Nilai Ketuhanan dan nilai sosial dipisahkan untuk menjaga kesakralan kegiatan ibadah jemaat. Tapak yang menyediakan ruang terbuka serta sirkulasi yang nyaman juga merupakan poin utama yang harus dicapai dalam perancangan.