Pasar Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) diperkirakan akan tumbuh secara eksponensial dalam tiga tahun ke depan dimana armada penerbangan perlahan kembali membutuhkan pemeliharaan dalam jumlah banyak seperti saat sebelum pandemi. Setelah periode awal ini, industri MRO diperkirakan akan tumbuh normal kembali. Namun, dalam jangka waktu panjang pertumbuhan industri diperkirakan akan sedikit terhambat akibat dampak COVID-19. Sejak era pandemi dimulai, beberapa keputusan strategi bisnis sudah dijalankan oleh perusahaan. Perusahaan telah melakukan ekspansi ke beberapa market baru terutama di industri militer dan pertahanan. Pada sektor non-penerbangan, perusahaan juga sudah banyak mendapat pelanggan baru untuk mengimbangi lemahnya kinerja sektor penerbangan komersial.
EBFI sebagai salah satu perusahaan MRO terbesar di Indonesia, mengalami penurunan performa yang cukup signifikan. Kinerja fundamental perusahaan sangat terpengaruh sehingga membuat perusahaan mengalami kerugian pada tahun berjalan serta mengalami nilai ekuitas negatif. Kondisi ini dapat dilihat di pasar modal dimana harga saham perlahan menurun dari waktu ke waktu. Hal ini terjadi karena kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara masih cukup rendah karena situasi pandemi yang belum selesai sepenuhnya. Kondisi ini membuat munculnya kebutuhan proses valuasi perusahaan dengan asumsi kondisi perusahaan seperti saat ini.
Metodologi dari semua proses valuasi yang dilakukan dalam tugas akhir ini menggunakan metode Black-Scholes karena perusahaan sedang dalam kondisi ekuitas negatif. Perbandingan dengan perusahaan sejenis di negara lain juga dilakukan untuk mengetahui strategi apa saja yang diimplementasikan untuk dapat meningkatkan performa perusahaan. Kemudian, Focus Group Discussion dilakukan untuk mengetahui pandangan dari para ahli di setiap bidang dalam hal ini. Setelah semua proses ini dilakukan, beberapa strategi untuk membangkitkan performa perusahaan diusulkan untuk mempercepat proses pemulihan kondisi keuangan dan bisnis perusahaan. Strategi tersebut meliputi aspek keuangan maupun aspek non keuangan. Dalam aspek keuangan, strategi yang dapat diterapkan adalah skema restrukturisasi hutang dan efisiensi biaya operasional untuk mengurangi beban keuangan perusahaan. Dalam aspek non keuangan, perusahaan dapat memfokuskan bisnis pada lini selain penerbangan komersial, seperti pada bidang bisnis kargo dan bidang pertahanan dan militer. Strategi bisnis lain yang berpotensi untuk dapat diterapkan adalah private placement untuk investor yang tertarik, serta skema debt-to-equity swap.
Hasil dari proses valuasi pertaman menunjukkan bahwa nilai perusahaan saat ini adalah overvalued. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, perusahaan diharapkan dapat memiliki kondisi keuangan yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga dapat meningkatkan valuasi perusahaan. Proses valuasi kedua kemudian dilakukan dengan asumsi bahwa perusahaan akan menerapkan beberapa strategi yang telah diusulkan dalam waktu dekat, sehingga peningkatan nilai valuasi perusahaan dapat dilihat. Hal ini membuat harga saham perusahaan pada pasar modal berpotensi untuk meningkat di masa depan. Hasil valuasi kedua menunjukkan bahwa nilai perusahaan dapat meningkat secara signifikan jika perusahaan melakukan strategi bisnis yang tepat. Sehingga, banyak investor yang akan berminat untuk berinvestasi kembali di perusahaan ini.
Perpustakaan Digital ITB