Industi tekstil di Indonesia merupakan salah satu industri yang banyak mendapat perhatian karena kondisi industi yang sedang lesu. Hal ini ditandai dengan banyaknya perusahaan tekstil yang bangkrut, terjadi PHK besar-besaran, dan tingkat utilisasi pabrik tekstil yang hanya sebesar 45%. Kondisi ini tidak terlepas dari berbagai faktor seperti regulasi yang mempermudah akses impor produk tekstil yang memberikan ancaman nyata bagi produser domestik karena mampu memberikan harga yang lebih murah dengan kualitas yang baik. Hal ini juga diperparah oleh ketidakstabilan geopolitik global, faktor makroekonomi, perubahan tren pakaian yang cepat, serta keterlambatan adopsi teknologi, yang membuat perusahaan tekstil domestik menjadi kurang kompetitif baik di pasar dalam maupun di luar negeri. Penurunan permintaan terhadap produk tekstil berdampak erat pada penurunan permintaan suku cadang (spare parts) mesin yang menjadi bagian krusial dalam produksi. Sebagai salah satu supplier suku cadang mesin tekstil, CV. Kharisma Satria Lestari (KSL) menjadi salah satu perusahaan yang ikut terdampak. CV. KSL merupakan perusahaan keluarga yang sudah berdiri sejak tahun 1990 dan berdomisili di Kota Bandung. Selama beberapa tahun terakhir, CV. KSL mengalami penurunan jumlah klien sebesar 37% dan penurunan pendapatan mencapai 37.5%. Oleh karena itu, di dalam studi ini akan dibahas bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan performa CV. KSL dan merumuskan startegi bisnis yang tepat untuk dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di dalam proses pengumpulan dan analisis data. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara semi-terstruktur. Sementara, pengumpulan data sekunder dilakukan melalui tinjauan pustaka yang melibatkan beberapa sumber, seperti laporan perusahaan, laporan industri, buku, jurnal, artikel, dan berita. Dari data yang telah terkumpul dilakukan analisis tematik dan triangulasi data dan metodologi untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian. Perusahaan dianalisis dari sudut pandang eksternal perusahaan ataupun internal dengan menggunakan sejumlah kerangka analisis, seperti STP (Segmenting, Targeting, Positioning), Porter's Five Forces, VRIN, SWOT, dan TOWS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV. KSL hanya melayani satu segmen saja, yaitu perusahaan-perusahaan tekstil berskala sedang hingga besar yang melakukan sejumlah tahapan produksi terintegrasi dari spinning hingga finishing. Meskipun segmen ini memiliki kebutuhan suku cadang yang besar dari segi kuantitas maupun variasi, namun karena hanya mengandalkan satu segmen dari satu industri saja, CV. KSL sangat rentan terhadap fluktuasi permintaan. Hal ini diperparah oleh kondisi internal perusahaan yang masih belum optimal, seperti keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan mesin produksi, dan pengambilan keputusan yang terpusat sehingga menyebabkan perusahaan kurang responsif terhadap ancaman dari luar dan membatasi perusahaan dalam berinovasi.
Berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan, strategi bisnis yang direkomendasikan adalah diferensiasi luas, dimana CV. KSL sebaiknya berfokus dalam upaya akuisisi klien baru, baik di segmen yang saat ini sudah dilayani maupun di segmen lain, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan tekstil berskala kecil. Meskipun skala perusahaan kecil, namun jumlah perusahaan lebih besar sehingga ukuran jumlah pembeli yang potensial lebih besar. Meski begitu, pendekatan untuk segmen ini berbeda dimana CV. KSL sebaiknya memposisikan diri sebagai mitra reparasi suku cadang alih-alih produsen spare part karena keterbatasan calon pelanggan serta perusahaan pesaing di dalam kapabilitas teknis. Untuk mewujudkan strategi bisnis ini, CV. Kharisma Satria Lestari harus memperkuat kapabilitas digital marketing, membangun jaringan yang lebih luas, serta meningkatkan kapabilitas R&D yang berkaitan dengan peningkatan kualitas produk serta fitur produk yang membuat CV. KSL lebih unggul, baik dalam hal produk ataupun layanan, dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan pesaing, yang pada akhirnya dapat mewujudkan tujuan perusahaan di dalam peningkatkan profitabilitas.
Perpustakaan Digital ITB