Dodo Drinks merupakan usaha minuman berbasis buah berskala mikro yang pada awalnya menarik perhatian pelanggan melalui produk signature berupa mango Thai atau mango smoothie. Produk tersebut memiliki daya tarik karena tampilan visualnya yang menarik, rasa yang khas, dan harga yang terjangkau. Namun, setelah melakukan pengembangan usaha, Dodo Drinks mengalami penurunan performa penjualan dan menghadapi kesulitan dalam mempertahankan perhatian pelanggan. Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bahwa Dodo Drinks belum memiliki kesadaran merek yang kuat dan komunikasi pemasaran yang konsisten, meskipun produk dan harga yang ditawarkan secara umum sudah dipersepsikan positif oleh pelanggan. Dalam pasar minuman yang kompetitif dan memiliki banyak alternatif serupa, keterbatasan visibilitas merek, konsistensi promosi, dan eksposur outlet dapat mengurangi kemampuan merek untuk dikenali, diingat, dan dipertimbangkan oleh calon konsumen.
Tesis proyek ini bertujuan untuk merumuskan usulan strategi pemasaran bagi Dodo Drinks dalam rangka meningkatkan kesadaran merek dan minat beli. Penelitian ini dilakukan melalui analisis eksternal dan internal. Analisis eksternal meliputi analisis PESTLE, Porter’s Five Forces, dan analisis kompetitor untuk memahami kondisi pasar, tekanan industri, serta situasi persaingan. Analisis internal meliputi analisis VRIN, STP, dan bauran pemasaran untuk mengevaluasi sumber daya, target pasar, positioning, dan aktivitas pemasaran yang sedang dijalankan oleh perusahaan. Selain itu, analisis pelanggan dilakukan melalui survei kuantitatif dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Penelitian ini mengumpulkan 186 respons, dan setelah proses screening, sebanyak 163 responden valid digunakan dalam analisis akhir. Analisis pelanggan menguji pengaruh Product, Price, Place, dan Promotion terhadap Brand Awareness, serta pengaruh Brand Awareness terhadap Purchase Intention.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dodo Drinks beroperasi dalam pasar yang masih memiliki peluang, terutama melalui meningkatnya minat konsumen terhadap produk makanan dan minuman yang lebih segar dan alami, perkembangan media sosial, platform layanan pesan antar makanan, serta visibilitas digital lokal. Namun, bisnis ini juga menghadapi beberapa ancaman, seperti persaingan yang tinggi, hambatan masuk yang rendah, kekuatan pembeli yang tinggi, produk substitusi, kemudahan imitasi produk, dan visibilitas kompetitor yang lebih kuat. Secara internal, Dodo Drinks memiliki kekuatan pada penawaran produk, harga yang terjangkau, tampilan produk yang menarik, serta produk signature berupa mango Thai atau mango smoothie. Meskipun demikian, Dodo Drinks masih memiliki kelemahan dalam konsistensi promosi, visibilitas outlet, optimalisasi platform digital, dan komunikasi merek yang terstruktur.
Hasil PLS-SEM menunjukkan bahwa Product dan Price memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Brand Awareness. Sementara itu, Place dan Promotion memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Brand Awareness. Brand Awareness juga memiliki pengaruh positif dan signifikan yang kuat terhadap Purchase Intention. Temuan ini menunjukkan bahwa minat beli terhadap Dodo Drinks sangat dipengaruhi oleh kesadaran merek, sedangkan kesadaran merek lebih banyak dibentuk oleh eksposur promosi dan visibilitas tempat dibandingkan persepsi produk dan harga. Analisis mean deskriptif juga mendukung temuan ini, karena Product dan Price memperoleh nilai rata-rata yang lebih tinggi, sedangkan Promotion, Place, dan Brand Awareness memperoleh nilai yang relatif lebih rendah.
Berdasarkan hasil penelitian, strategi pemasaran yang diusulkan untuk Dodo Drinks berfokus pada penguatan Brand Awareness sebagai jalur utama untuk meningkatkan Purchase Intention. Rekomendasi strategi meliputi peningkatan konsistensi promosi melalui konten digital yang terstruktur, relokasi ke lokasi outlet yang lebih strategis untuk meningkatkan visibilitas fisik, optimalisasi platform layanan pesan antar dan Google Maps, penguatan identitas merek melalui produk signature mango Thai atau mango smoothie, pengembangan aktivitas pemasaran area lokal, serta monitoring implementasi melalui indikator kinerja yang jelas. Strategi ini diharapkan dapat membantu Dodo Drinks meningkatkan eksposur pelanggan, memperkuat daya ingat merek, meningkatkan visibilitas di pasar lokal, dan mendorong minat beli yang lebih kuat.
Kontribusi dari penelitian ini adalah memberikan kerangka strategi pemasaran yang praktis bagi Dodo Drinks berdasarkan integrasi analisis internal, eksternal, dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha minuman berskala mikro tidak dapat hanya mengandalkan kualitas produk dan harga yang terjangkau, tetapi juga memerlukan promosi yang konsisten, visibilitas fisik dan digital yang kuat, serta komunikasi merek yang jelas untuk membangun kesadaran merek dan memengaruhi minat beli konsumen.
Perpustakaan Digital ITB