Peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) terutama dari sektor industri dan energi menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pencapaian target dekarbonisasi. Teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) berbasis mikroalga merupakan salah satu pendekatan yang potensial dalam mengurangi emisi CO2 dan menghasilkan biomassa bernilai ekonomi. Namun, penerapan teknologi CCU berbasis mikroalga di Indonesia masih berada pada tahap awal dan kajian kelayakan secara komprehensif dari aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial belum tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial dari sistem CCU berbasis mikroalga dan memberikan usulan strategi pengembangan sistem CCU berbasis mikroalga. Penelitian dilakukan melalui studi kasus di fasilitas CCU berbasis mikroalga skala pilot dari PT Algatek Karbon Nusantara yang terletak di Power Plant PLTGU Muara Karang, Jakarta Utara menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis kelayakan teknis dan ekonomi menggunakan pendekatan Techno-Economic Analysis (TEA) yang mengintegrasikan kinerja teknis sistem dan indikator kelayakan ekonomi. Aspek lingkungan dianalisis menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) berdasarkan standar ISO 14040/44 dengan batasan sistem cradle-to-gate. Aspek sosial dianalisis berdasarkan indikator kinerja sosial mencakup tenaga kerja, hak asasi manusia, dan tanggung jawab produk. Hasil analisis kemudian diintegrasikan menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan sistem CCU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem CCU berbasis mikroalga dari PT Algatek Karbon Nusantara di Power Plant PLTGU memiliki rata-rata efisiensi penyerapan CO2 sebesar 77,27%, produktivitas biomassa sebesar 1,06 g/L per hari, dan Carbon Fixation Rate (CFR) sebesar 1,75 g CO?/L/hari.. Dari aspek ekonomi, sistem CCU layak untuk dikembangkan dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp1.020.177.221, Internal Rate of Return 32,67%, Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 2,13 dan Payback Period (PP) selama 2,88 tahun. Berdasarkan analisis dampak lingkungan, keseluruhan daur hidup sistem CCU menghasilkan Global Warming Potential (GWP) sebesar 8,49 kg CO2-eq per 1 kg CO2 captured dengan kontribusi dampak terbesar berasal dari penggunaan listrik di tahap budidaya. Dari aspek sosial, implementasi sistem CCU memiliki kinerja sosial yang baik dengan nilai Social
Performance Index (SPI) sebesar 4,43. Hasil integrasi analisis aspek teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial menunjukkan bahwa sistem CCU berbasis mikroalga memiliki tingkat keberlanjutan yang baik dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi optimalisasi sistem budidaya mikroalga, peningkatan efisiensi penangkapan dan pemanfaatan CO2, dan penguatan kemitraan industri untuk mendukung implementasi pada skala yang lebih besar. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem CCU berbasis mikroalga berpotensi menjadi solusi mitigasi emisi karbon yang layak dikembangkan secara teknis, ekonomi, lingkungan, dan sosial.
Perpustakaan Digital ITB