Fungsi Inovasi dan Renovasi (I&R) PT Healthy Nutrition Indonesia (PT HNI)
menghadapi lead time pengembangan produk baru hulu-ke-hilir selama satu
sampai dua tahun, sementara pasar nutrisi terregulasi Indonesia tumbuh sekitar
enam persen per tahun dan divisi mencatat penurunan penjualan bersih 2,5 persen
serta kehilangan pangsa nilai. Siklus sepanjang ini menetapkan batas bawah bagi
time-to-market, dengan kesenjangan pertumbuhan setara sekitar 8,8 persen dari
penjualan bersih divisi setiap tahun. Lead time diperlakukan sebagai salah satu
mekanisme penyumbang, bukan satu-satunya penyebab yang terbukti, dengan
penetapan harga, distribusi, dan perpindahan konsumen ke produk yang lebih
murah ditelaah sebagai alternatif. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan pada
proses I&R, menganalisis penyebabnya, dan merumuskan strategi perbaikannya,
dengan metode campuran yang memadukan Value Stream Mapping (VSM),
Current Reality Tree (CRT), dan Soft Systems Methodology (SSM).
Proses dibatasi melalui SIPOC dan lead time tiap tahap diukur dari arsip proyek
2024 sampai 2026. VSM menentukan letak hambatan, CRT menelusuri akar
masalah, dan SSM menangani dimensi kepemilikan dan tata kelola. Data primer
berasal dari wawancara dengan lima informan senior, menghasilkan 178
pernyataan terkode, 79,8 persen terkonfirmasi oleh dua informan atau lebih. Lead
time 360 sampai 540 hari kalender, dengan tahap Develop menyerap separuhnya,
dan Process Cycle Efficiency 20,0 sampai 22,5 persen. Hambatan pengikatnya
bukan kurangnya kerja paralel, melainkan tidak adanya tata kelola dependensi,
risiko, dan gerbang keputusan.
Rekomendasi diawali dengan empat intervensi berisiko rendah: standar kesiapan
minimum Go Develop, aturan tingkat keyakinan bertahap, penanggung jawab
fungsional yang jelas dengan pemimpin proyek sebagai integrator, serta register
dependensi dan risiko. Keempatnya memformalkan praktik yang sudah berjalan,
tidak memerlukan sistem baru maupun belanja modal, dan memberi sekitar empat
puluh persen manfaat yang tersedia, lalu ditempatkan dalam model operasi masa
depan dengan tiga belas aktivitas pada peta jalan delapan belas bulan yang
dilengkapi hak pengambilan keputusan, ukuran kinerja, dan mitigasi risiko.
Program menargetkan pemangkasan lead time sekitar 21 sampai 24 persen dan
Process Cycle Efficiency 26 sampai 28 persen, sebagai estimasi yang menunggu
validasi uji coba, dan pemeriksaan integritas kepatuhan memastikan tidak ada
pengujian, spesifikasi, maupun pengajuan BPOM yang dipersingkat.
Perpustakaan Digital ITB