digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Muhammad Dhani Rizqiawan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Luritanea saat ini menghadapi hambatan produktivitas dalam mengekseskusi proses operasional inovasi produk berbasis tenun ikat Sumba “Tenun Eco-fashion”. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pemetaan proses operasional, tanggung jawab masing-masing proses yang belum terdefinisi, dan tidak adanya sistem pengendalian standar kualitas untuk proses operasional. Berdasarkan potensi penyelesaian masalah yang didukung dari penelitian terkait dengan dampak positif penerapan Business Process Reengineering (BPR) yang berorientasi pada standar kualitas untuk menciptakan nilai di mata pelanggan, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rancangan proses bisnis pengembangan produk Tenun Eco-fashion pada Luritanea yang didasarkan pada persyaratan dalam standar ISO 9001. Peneltian ini menggunakan tahapan implementasi BPR yang terdiri dari: persiapan reengineering, pemetaan dan analisis proses bisnis as-is, perancangan proses to-be, dan implementasi hasil reengineering melalui pemenuhan persyaratan ISO 9001:2015. Pada penelitian ini BPR dilakukan dengan dua pendekatan untuk menghasilkan dua arah perbaikan, yaitu pendekatan clean sheet dan pendekatan systematic reengineering. Pemetaan proses bisnis as-is diawali dengan identifikasi proses bisnis melalui wawancara semi terstruktur yang menghasilkan 6 kategori proses, 24 proses, dan 97 aktivitas. Setelah dilakukan evaluasi terhadap ISO 9001:2015, proses as-is hanya memenuhi 17 dari 63 (26,9%) klausul yang dipersyaratkan. Setelah dilakukan perancangan proses to-be, melalui pendekatan clean sheet dihasilkan 4 proses baru dan 4 proses yang dilakukan perancangan ulang, sedangkan melalui pendekatan systematic reengineering dihasilkan 2 proses dari pembakuan prosedur. Untuk mendukung pemenuhan persyaratan ISO 9001:2015 dihasilkan juga rancangan informasi terdokumentasi yang terdiri 10 dokumen pendukung, 4 formulir, dan 10 prosedur. Dari hasil evaluasi proses bisnis to-be dan rancangan informasi terdokumentasi terhadap ISO 9001:2015, didapatkan pemenuhan 61 dari 63 klausul proses bisnis (96,8%). Penelitian ini menghasilkan rancangan proses bisnis yang didasarkan pada pemenuhan persyaratan dalam standar ISO 9001:2015 dan didokumentasikan dalam pemodelan proses bisnis IDEF9000.