digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sektor transportasi minyak menghadapi tekanan yang semakin besar akibat volatilitas harga bahan bakar diesel, peningkatan biaya operasional, serta isu kehandalan pada system pemompaan berbasis diesel. PT Pertamina Gas, khususnya di Operation Central Sumatera Area, masih menggunakan diesel pum driver dalam operasi transportasi minyak mentah, sehingga menimbulkan ketidakpastian biaya, kebutuhan pemeliharaan yang tinggi, dan risiko downtime akibat faktor mekanikal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kelayakan ekonomi dan implikasi biaya jangka panjang antara model kepemilikan dan sewa dalam implementasi motor listrik sebagai pengganti diesel pump driver. Metode yang digunakan Adalah mixed method dengan menggabungkan analisa keuangan kuantitatif, life cycle cost, analisis sensitivitas, breakeven analysis, serta kajian strategis kualitatif. Evaluasi finansial dilakukan menggunakan NPV, IRR, Payback Period, Profitability Index, dan Life Cycle Cost dengan horizon proyek 15 tahun dan WACC sebesar 11,16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kepemilikan memberikan nilai ekonomi jangka Panjang terbaik, dengan NPV sebesar Rp 37.292.0 juta, IRR 67,64%, payback period 1,48 tahun, dan profitability index 4,84. Model kepemilikan juga memiliki biaya siklus hidup yang lebih rendah, yaitu present value cost sebesar Rp 13.285 juta dibandingkan Rp 40.744,7 juta pada model sewa. Sewa jangka panjang menghasilkan NPV positif sebesar Rp 11.663,0 juta, namun jauh lebih rendah dibandingkan model kepemilikan, sehingga tidak direkomendasikan sebagai solusi permananen, sedangkan sewa jangka pendek hanya dapat digunakan sebagai strategi sementara Ketika tambahan volume melebihi batas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model kepemilikan sebaiknya dipilih sebagai strategi utama jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi biaya, pengendalian asset, kehandalan operasi, dan mendukung agenda transisi energi Pertagas