digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Fikri Nur Huda
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sektor konstruksi memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, namun masih dihadapkan pada permasalahan produktivitas yang relatif rendah. Metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) merupakan salah satu perangkat konstruksi ramping yang paling banyak diadopsi oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia dikenal dengan istilah 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) namun penerapannya belum dilaksanakan secara menyeluruh, dan penelitian terkait masih bersifat terbatas dengan cakupan objek yang belum representatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan memetakan variasi tingkat penerapan aktual 5S, mengkaji pengaruh faktor Technology-Organization-Environment (TOE) terhadap adopsi 5S, serta mengkaji hubungan antara ketiga faktor TOE dan strategi adopsi terhadap tingkat penerapan 5S pada lintas perusahaan dan proyek konstruksi gedung di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 10 proyek gedung dari 3 perusahaan kontraktor BUMN untuk mengukur tingkat penerapan 5S, strategi adopsi, dan tingkat pemenuhan faktor TOE, dilanjutkan dengan wawancara pendalaman pada perusahaan dengan rentang skor TOE tertinggi, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seiton secara konsisten memiliki nilai penerapan tertinggi, sedangkan Seiri terendah, mengindikasikan budaya 5S yang lebih berorientasi pada aktivitas fisik dibandingkan disiplin awal pemilahan barang. Perusahaan dengan skor TOE tinggi juga menunjukkan penerapan 5S yang tinggi, mengonfirmasi hubungan positif antara kesiapan TOE dan implementasi 5S, meskipun kesiapan TOE tidak selalu berbanding lurus dengan capaian penerapan di lapangan. Strategi adopsi bottom-up terbukti menghasilkan capaian paling optimal, menunjukkan bahwa inisiatif pekerja turut berperan penting dalam mendorong keberhasilan penerapan 5S.