Perubahan tata guna lahan dan peningkatan luas permukaan kedap air akibat
pembangunan kawasan perkotaan menyebabkan meningkatnya limpasan permukaan
dan risiko banjir. Kampus Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai kawasan
pendidikan yang terus berkembang menghadapi tantangan dalam pengelolaan air hujan
agar tidak menambah beban sistem drainase perkotaan. Oleh karena itu, tugas akhir ini
bertujuan untuk menganalisis kondisi sistem drainase eksisting, merancang konsep
Sponge Campus, serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap prinsip Zero Delta Q.
Penelitian dilakukan menggunakan perangkat lunak EPA Storm Water
Management Model (SWMM) dengan tiga skenario pemodelan yaitu kondisi pra
pembangunan, pasca pembangunan, dan pasca penerapan Sponge Campus. Analisis
hidrologi dilakukan menggunakan data hujan maksimum tahunan yang kemudian
ditransformasikannya menjadi hujan jam-jaman menggunakan metode PSA-007.
Hujan rencana ditentukan melalui analisis frekuensi dengan distribusi Log Pearson
Tipe III. Konsep Sponge Campus dirancang melalui penerapan fasilitas Low Impact
Development (LID) berupa bioretensi dan permeable concrete interlocking pavement
yang ditempatkan pada lokasi strategis di kawasan kampus. Hasil simulasi
menunjukkan bahwa pembangunan kawasan meningkatkan debit puncak limpasan
dibandingkan kondisi pra pembangunan. Penerapan konsep Sponge Campus mampu
menurunkan debit puncak, volume limpasan, dan jumlah junction yang mengalami
SI 4099 Tugas Akhir
Angelica Anjani - 15022118 xiv
flooding secara signifikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rancangan Sponge
Campus yang diusulkan mampu memenuhi prinsip Zero Delta Q karena debit puncak
pasca penerapan Sponge Campus tidak melebihi kondisi pra pembangunan. Selain
meningkatkan kinerja sistem drainase, penerapan fasilitas LID juga berkontribusi
terhadap peningkatan infiltrasi dan pengelolaan air hujan yang lebih berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB