digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Angelica Anjani
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Perubahan tata guna lahan dan peningkatan luas permukaan kedap air akibat pembangunan kawasan perkotaan menyebabkan meningkatnya limpasan permukaan dan risiko banjir. Kampus Ganesha Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai kawasan pendidikan yang terus berkembang menghadapi tantangan dalam pengelolaan air hujan agar tidak menambah beban sistem drainase perkotaan. Oleh karena itu, tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sistem drainase eksisting, merancang konsep Sponge Campus, serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap prinsip Zero Delta Q. Penelitian dilakukan menggunakan perangkat lunak EPA Storm Water Management Model (SWMM) dengan tiga skenario pemodelan yaitu kondisi pra pembangunan, pasca pembangunan, dan pasca penerapan Sponge Campus. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data hujan maksimum tahunan yang kemudian ditransformasikannya menjadi hujan jam-jaman menggunakan metode PSA-007. Hujan rencana ditentukan melalui analisis frekuensi dengan distribusi Log Pearson Tipe III. Konsep Sponge Campus dirancang melalui penerapan fasilitas Low Impact Development (LID) berupa bioretensi dan permeable concrete interlocking pavement yang ditempatkan pada lokasi strategis di kawasan kampus. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pembangunan kawasan meningkatkan debit puncak limpasan dibandingkan kondisi pra pembangunan. Penerapan konsep Sponge Campus mampu menurunkan debit puncak, volume limpasan, dan jumlah junction yang mengalami SI 4099 Tugas Akhir Angelica Anjani - 15022118 xiv flooding secara signifikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rancangan Sponge Campus yang diusulkan mampu memenuhi prinsip Zero Delta Q karena debit puncak pasca penerapan Sponge Campus tidak melebihi kondisi pra pembangunan. Selain meningkatkan kinerja sistem drainase, penerapan fasilitas LID juga berkontribusi terhadap peningkatan infiltrasi dan pengelolaan air hujan yang lebih berkelanjutan.