Bangunan Confined Masonry (CM) merupakan sistem struktur yang umum diaplikasikan pada rumah tinggal di Indonesia, namun penerapan langsung metode Vertical Diagonal Strut Model (VDSM) orisinal memiliki keterbatasan penerapan dan cenderung menghasilkan estimasi yang berlebihan (over-estimate). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merumuskan modifikasi parameter VDSM sebagai bentuk adaptasi lokal agar lebih presisi dalam merepresentasikan perilaku dinding CM di Indonesia. Evaluasi komputasional dilakukan melalui Non-Linear Static Analysis (pushover) pada skala dinding tunggal (single-bay), dengan memvalidasi pemodelan terhadap lima spesimen eksperimental terdahulu (WB, WC, M1, M2 tanpa plesteran, dan A1 dengan plesteran), sementara spesimen dengan sistem pengangkuran kompleks secara spesifik dieksklusi. Hasil analisis menunjukkan bahwa VDSM orisinal memiliki kecenderungan over-estimate bahkan ketika diaplikasikan kembali pada spesimen referensi Borah. Hal ini mengindikasikan adanya batasan kemampuan generalisasi parameter model pada kondisi yang berbeda, bukan berarti model tersebut salah secara umum. Kesenjangan ini menjadi semakin membesar dan menghasilkan ketidaksesuaian akibat karakteristik konstruksi di Indonesia yang umumnya menerapkan stretcher-bond pattern dan lapisan plesteran. Melalui penerapan usulan faktor konversi pola ikatan bata dan faktor kontribusi plesteran, persentase galat (error) pada estimasi kekakuan awal, kapasitas maksimum, dan kapasitas ultimit berhasil direduksi secara signifikan. Dengan demikian, modifikasi parameter VDSM yang diusulkan terbukti mampu meningkatkan kesesuaian prediksi secara signifikan untuk mensimulasikan perilaku struktural dinding Confined Masonry di Indonesia secara spesifik pada level komponen dua dimensi.
Perpustakaan Digital ITB