digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Batu apung merupakan material yang berpotensi besar dalam menghasilkan beton dengan berat isi yang jauh lebih rendah dari beton konvensional. Kemampuan tersebut diakibatkan oleh karakteristik batu apung yang memiliki banyak pori dengan rata-rata porositas sebesar 45%. Dalam penelitian ini, karakteristik mikrostruktur dari beton agregat batu apung dengan nilai w/c 0,35; 0,45; & 0,6 dievaluasi menggunakan X-ray micro-computed tomography (micro-CT), yang merupakan salah satu jenis metode evaluasi non-destruktif guna meninjau kondisi internal dari suatu material secara kuantitatif. Parameter yang ditinjau dalam penelitian ini adalah angka porositas, kuat tekan, serta permeabilitas dari beton agregat batu apung. Terdapat dua hal yang diperoleh pada penelitian ini. Perolehan pertama adalah mendapati bahwa batu apung hampir tidak memberikan kontribusi sama sekali terhadap kuat tekan beton. Hal tersebut diperoleh dengan membandingkan hasil uji tekan beton agregat batu apung terhadap kuat tekan mortar dengan nilai porositas yang sama dengan porositas benda uji ketika komponen agregat batu apung diasumsikan sebagai void. Perolehan kedua berupa rentang nilai koefisien permeabilitas yang diperoleh dengan menganalisa hubungan porositas benda uji dan tinggi penetrasi air, dengan rata-rata nilainya sebesar 1,24x10-12; 1,43x10-12; dan 1,99x10-12 untuk w/c 0,35; 0,45; dan 0,6 secara berurutan.