Batu apung merupakan material yang berpotensi besar dalam menghasilkan beton
dengan berat isi yang jauh lebih rendah dari beton konvensional. Kemampuan
tersebut diakibatkan oleh karakteristik batu apung yang memiliki banyak pori
dengan rata-rata porositas sebesar 45%. Dalam penelitian ini, karakteristik
mikrostruktur dari beton agregat batu apung dengan nilai w/c 0,35; 0,45; & 0,6
dievaluasi menggunakan X-ray micro-computed tomography (micro-CT), yang
merupakan salah satu jenis metode evaluasi non-destruktif guna meninjau kondisi
internal dari suatu material secara kuantitatif. Parameter yang ditinjau dalam
penelitian ini adalah angka porositas, kuat tekan, serta permeabilitas dari beton
agregat batu apung. Terdapat dua hal yang diperoleh pada penelitian ini. Perolehan
pertama adalah mendapati bahwa batu apung hampir tidak memberikan kontribusi
sama sekali terhadap kuat tekan beton. Hal tersebut diperoleh dengan
membandingkan hasil uji tekan beton agregat batu apung terhadap kuat tekan
mortar dengan nilai porositas yang sama dengan porositas benda uji ketika
komponen agregat batu apung diasumsikan sebagai void. Perolehan kedua berupa
rentang nilai koefisien permeabilitas yang diperoleh dengan menganalisa hubungan
porositas benda uji dan tinggi penetrasi air, dengan rata-rata nilainya sebesar
1,24x10-12; 1,43x10-12; dan 1,99x10-12 untuk w/c 0,35; 0,45; dan 0,6 secara
berurutan.
Perpustakaan Digital ITB