Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi karyawan terhadap praktik
Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan keterikatan karyawan di PT Surveyor
Indonesia, serta mengidentifikasi dimensi ESG yang secara statistik menjadi prediktor signifikan
terhadap keterikatan karyawan. Meskipun pentingnya penerapan praktik ESG dalam mendukung
keberlanjutan dan tanggung jawab perusahaan semakin meningkat, penelitian mengenai
hubungan antara praktik ESG dan keterikatan karyawan, khususnya dalam konteks perusahaan di
Indonesia, masih terbatas. PT Surveyor Indonesia memiliki peran dalam menilai penerapan ESG
pada perusahaan lain, namun penerapan praktik ESG secara internal masih berada pada tahap
awal dan belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh karyawan. Penelitian ini menggunakan
pendekatan mixed methods yang menggabungkan Focus Group Discussion (FGD) dan analisis
kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa praktik ESG memiliki hubungan yang
signifikan dengan keterikatan karyawan. Secara parsial, dimensi Social dan Governance
merupakan prediktor positif yang signifikan secara statistik terhadap keterikatan karyawan,
sedangkan dimensi Environmental tidak menunjukkan signifikansi secara statistik. Di antara
ketiga dimensi ESG, Governance diidentifikasi sebagai prediktor statistik terkuat terhadap
keterikatan karyawan. Sementara itu, temuan kualitatif menekankan dimensi Social sebagai aspek
yang paling menonjol dalam pengalaman karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap
dimensi ESG memiliki keterkaitan yang berbeda dengan keterikatan karyawan dan
mengindikasikan bahwa penguatan praktik Governance serta aspek Social dapat menjadi area
yang penting untuk diperhatikan oleh PT Surveyor Indonesia dalam mendukung keterikatan
karyawan.
Kata kunci: Environmental, Social and Governance (ESG); Employee Engagement;
Perpustakaan Digital ITB