digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi karyawan terhadap praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan keterikatan karyawan di PT Surveyor Indonesia, serta mengidentifikasi dimensi ESG yang secara statistik menjadi prediktor signifikan terhadap keterikatan karyawan. Meskipun pentingnya penerapan praktik ESG dalam mendukung keberlanjutan dan tanggung jawab perusahaan semakin meningkat, penelitian mengenai hubungan antara praktik ESG dan keterikatan karyawan, khususnya dalam konteks perusahaan di Indonesia, masih terbatas. PT Surveyor Indonesia memiliki peran dalam menilai penerapan ESG pada perusahaan lain, namun penerapan praktik ESG secara internal masih berada pada tahap awal dan belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan Focus Group Discussion (FGD) dan analisis kuantitatif. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa praktik ESG memiliki hubungan yang signifikan dengan keterikatan karyawan. Secara parsial, dimensi Social dan Governance merupakan prediktor positif yang signifikan secara statistik terhadap keterikatan karyawan, sedangkan dimensi Environmental tidak menunjukkan signifikansi secara statistik. Di antara ketiga dimensi ESG, Governance diidentifikasi sebagai prediktor statistik terkuat terhadap keterikatan karyawan. Sementara itu, temuan kualitatif menekankan dimensi Social sebagai aspek yang paling menonjol dalam pengalaman karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap dimensi ESG memiliki keterkaitan yang berbeda dengan keterikatan karyawan dan mengindikasikan bahwa penguatan praktik Governance serta aspek Social dapat menjadi area yang penting untuk diperhatikan oleh PT Surveyor Indonesia dalam mendukung keterikatan karyawan. Kata kunci: Environmental, Social and Governance (ESG); Employee Engagement;