digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Chairil Zidane
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Pergeseran fungsi fasilitas kuliner urban menjadi ‘tempat ketiga’ bagi masyarakat usia produktif untuk memulihkan diri dari stres di wilayah megapolitan DKI Jakarta tidak diimbangi oleh praktik desain arsitektur yang saat ini hanya berfokus pada daya tarik visual semata dan mengabaikan pemenuhan kebutuhan psikologis pengguna. Pengabaian terhadap kebutuhan pengalaman psikologis karena mengejar tren desain Instagrammability berdampak pada cepat ditinggalkannya fasilitas kuliner tersebut oleh pengunjung, yang pada akhirnya memicu tingginya tingkat kegagalan bisnis kuliner. Merespons masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengoperasionalkan model The Psychology of Place dalam merumuskan kriteria desain arsitektur pada fasilitas kuliner urban yang mampu memenuhi kebutuhan psikologis pengunjung secara terukur dan berbasis bukti untuk desain yang berpusat pada manusia. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan sequential mixed methods yang melibatkan penyebaran kuesioner daring terbuka kepada 300 responden pada tahap eksplorasi-kualitatif dan kuesioner berskala kepada 410 responden pada tahap eksplanatori-kuantitatif. Analisis data menggunakan teknik Conventional Content Analysis untuk tahap kualitatif untuk mengeksplorasi keberagaman komponen dalam model place fasilitas kuliner urban pada konteks DKI Jakarta, Correspondence Analysis dan Hierarchical Clustering untuk mengukur korelasi antara atribut sosial-ekonomi dan demografi dengan preferensi desain, serta Structural Equation Modeling dan regresi multivariat untuk tahap kuantitatif untuk menguji hubungan struktural antar komponen place. Penelitian ini menjabarkan dan menguraikan konsep conceptions dalam model The Psychology of Place yang sebelumnya abstrak menjadi tiga dimensi waktu, yaitu persepsi atau kondisi psikologis-emosional saat kunjungan, memori personal masa lalu, dan ekspektasi terhadap desain fasilitas kuliner urban di masa depan. Pengujian membuktikan bahwa physical attributes memengaruhi emosi positif dan sentimental dan memori tentang produk kuliner dan fisik lingkungan baik secara langsung maupun melalui activities sebagai perantara untuk memori tentang momen khusus dan reduksi emosi negatif. Tata ruang dalam yang efisien dan fungsional serta selubung dan tapak bangunan yang ikonik dan aksesibel mampu meningkatkan emosi positif pengunjung fasilitas kuliner urban. Emosi sentimental pengunjung saat berada di dalam tempat tersebut dipicu oleh penggunaan langgam dan material desain klasik-tradisional. Lebih lanjut, emosi positif dari kualitas tempat tersebut mendorong terbentuknya ekspektasi dari pengunjung terhadap pengalaman kuliner yang memuaskan desain fasilitas kuliner urban yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan subjektif masyarakat berusia produktif, sementara emosi sesaat terbukti tidak akan membentuk memori jangka panjang tanpa adanya kaitan dengan elemen desain arsitektural (physical attributes). Temuan penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan bidang studi arsitektur dengan memberikan kerangka panduan Evidence-Based Design yang terukur bagi arsitek dalam merencanakan dan merancang fasilitas kuliner yang berkelanjutan dan responsif terhadap pengalaman psikologis masyarakat urban.