digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pergeseran menuju model kerja yang beragam, termasuk Pengaturan Kerja Fleksibel (Flexible Working Arrangements/FWA) formal, sistem hibrida, dan kerja jarak jauh (remote), telah secara signifikan mengubah cara individu mengelola kehidupan profesional dan pribadi mereka. Namun, mempertahankan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat tetap menjadi sebuah tantangan. Penelitian ini menyelidiki pengaruh strategi manajemen batasan (boundary management), secara khusus intervensi berbasis perilaku dan intervensi berbasis kognisi, terhadap capaian keseimbangan kehidupan kerja. Capaian-capaian ini dikategorikan ke dalam konsekuensi terkait pekerjaan, di luar pekerjaan, dan terkait stres. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring dari 271 responden valid lintas industri di Indonesia, dengan representasi terbesar berasal dari sektor energi, pertambangan, dan manufaktur. Kumpulan partisipan ini mencakup berbagai tingkatan organisasi dan rentang masa kerja, sehingga dapat menangkap gambaran komprehensif dari angkatan kerja saat ini. Analisis regresi linear berganda mengungkapkan bahwa intervensi berbasis perilaku secara signifikan meningkatkan capaian terkait pekerjaan, di luar pekerjaan, dan terkait stres. Sementara itu, intervensi berbasis kognisi berhasil meningkatkan capaian terkait pekerjaan dan terkait stres, namun tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap capaian di luar pekerjaan. Menariknya, temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun strategi manajemen batasan yang efektif telah diterapkan, gesekan antara tuntutan pekerjaan dan keluarga tidak hilang begitu saja. Penelitian ini menyoroti perlunya organisasi untuk melihat lebih jauh dari sekadar kebijakan fleksibilitas standar. Perusahaan harus mengenali dinamika khusus dari berbagai model kerja (seperti waktu kerja fleksibel versus teleworking) dan memberikan dukungan yang tepat sasaran untuk membantu karyawan menavigasi batasan yang saling tumpang tindih antara pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Kata Kunci: Keseimbangan Kehidupan Kerja, Intervensi Berbasis Perilaku, Intervensi Berbasis Kognisi, Pengaturan Kerja Fleksibel, Manajemen Batasan