digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ketergantungan ekonomi pada sektor ekstraktif menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan terintegrasi untuk memetakan potensi transisi ekonomi melalui pemanfaatan danau pascatambang di WIUP PT XYZ, Kabupaten Kutai Timur. Identifikasi danau potensial dilakukan melalui analisis spasial (NDWI, RBI, DEMNAS), sementara penentuan skenario pemanfaatan optimal (akuakultur, PLTS Terapung, ekowisata) menggunakan skrining multi-kriteria berbasis struktur ekonomi regional (Location Quotient, pengganda I-O), spasial-ekonomi, keselarasan kebijakan daerah, dan syarat teknis dasar. Valuasi komprehensif dengan kerangka Nilai Ekonomi Total (NET) dan analisis dampak Input-Output hingga 2045 mengungkapkan bahwa dua danau teridentifikasi (Danau A seluas 246 Ha, Danau D seluas 284 Ha) memiliki potensi ekonomi signifikan. Skenario PLTS Terapung pada kedua danau menghasilkan NET tertinggi (Rp158,86 miliar/tahun), menutup 76,7% kesenjangan pasokan listrik daerah di tahun 2045, dan memberikan tambahan pertumbuhan output ekonomi sebesar 0,21%. Meskipun demikian, akuakultur menunjukkan efisiensi nilai per hektar yang lebih tinggi dan efek pengganda ekonomi yang lebih besar, mengindikasikan potensinya sebagai penggerak ekonomi regional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kerangka metodologis dalam mengkaji pemanfaatan danau pascatambang sebagai aset strategis untuk mendorong diversifikasi dan ketahanan ekonomi regional, khususnya pada wilayah tropis.