ABSTRAK:
Air adalah sumber kehidupan dan mengambil peranan penting dalam menunjang aktifitas manusia. Perkembangan yang pesat di Propinsi Nusa Tenggara Timur memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk ketersediaan air. Sungai Benanain merupakan salah satu sungai terbesar dan terpanjang yang ada di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang mempunyai luas tangkapan sebesar 3.158 km2, panjang 128 km.,dengan 13 (tiga belas) buah anak sungai. Ini merupakan suatu potensi Sumber Daya Air untuk memenuhi berbagai kebutuhan air antara lain : untuk air minum, irigasi dan Pembangkit Tenaga Listrik. Curah hujan rerata tahunan di DAS Benanain adalah 1.318 mm, dimana curah hujan tertinggi 2.209 mm/tahun dan terendah 1.012 mm/tahun. Priode hujan terendah adalah bulan Agustus dan September, sedangkan tertinggi terjadi pada bulan Desember dan Januari. Metoda yang dipakai untuk menganalisis ketersediaan air adalah dengan menggunakan metoda F.J. Mock, dimana metoda ini mengsimulasikan keseimbangan air bulanan pada suatu catchment area tertentu yang ditunjukkan untuk menghitung total run-off dengan menggunakan hujan bulanan, evapotranspirasi, kelembaban tanah dan persediaan tanah. Ketersedian air diperoleh dari pengukuran debit di lapangan dengan Automatic Water Level Recorder (AWLR) yang kemudian dikalibrasi dengan menggunakan metoda F.J. Mock. Debit di DAS Benanain dengan menggunakan metoda F.J. Mock berkisar antara 3.32 m3/det sampai dengan 66.57 m3/det. Kebutuhan air terbesar pada saat ini adalah untuk irigasi 21.95 m3/det. Namun ditinjau dari ketersediaan air secara menyeluruh terjadi kekurangan diakibatkan karena musim kemarau yang panjang selama 7 bulan (bulan Mei - Nopember) dan musim hujan hanya 5 bulan ( bulan Desember - April). Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan air perlu dilakukan pengaturan tata penggunaan air dan pembangunan waduk.
Perpustakaan Digital ITB