COVER Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Jonathan Christian Hartono
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pembangunan timbunan pada tanah lunak di dekat fondasi tiang dapat menyebabkan pergerakan lateral tanah yang menghasilkan tambahan momen lentur dan deformasi pada tiang. Keterbatasan lahan sering menyebabkan konstruksi baru dilakukan berdekatan dengan struktur yang telah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh timbunan terhadap perilaku grup tiang fondasi, khususnya terhadap momen lentur dan deformasi lateral, dengan meninjau pengaruh jarak timbunan terhadap grup tiang, jenis sambungan kepala tiang, serta jenis elemen pemodelan tiang.
Penelitian dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak PLAXIS 2D berdasarkan studi kasus proyek jalan tol di pesisir utara Jawa yang dibangun di atas tanah lempung lunak jenuh. Pemodelan tanah menggunakan kombinasi model konstitutif Soft Soil Creep, Hardening Soil, dan Mohr-Coulomb. Variasi yang ditinjau meliputi jarak timbunan terhadap grup tiang sebesar 20 m, 40 m, 60 m, dan 100 m, jenis sambungan kepala tiang berupa rigid, hinged, dan free, serta pemodelan tiang menggunakan elemen embedded beam dan plate.
Hasil analisis menunjukkan bahwa timbunan pada tanah lunak menghasilkan tekanan lateral yang menyebabkan peningkatan momen lentur dan deformasi lateral pada grup tiang. Semakin jauh jarak timbunan terhadap tiang, semakin kecil momen lentur dan deformasi lateral yang terjadi, dengan kecenderungan hubungan yang mendekati linier. Jenis sambungan kepala tiang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap distribusi momen lentur, di mana sambungan rigid menghasilkan momen terbesar dibandingkan hinged dan free. Pemodelan tiang menggunakan elemen plate menghasilkan nilai momen lentur dan deformasi lateral yang lebih besar dibandingkan elemen embedded beam akibat perbedaan elemen kontinu dan diskontinu.
Perpustakaan Digital ITB