Penggunaan penulangan konvensional dalam konstruksi beton bertulang seringkali membutuhkan volume baja yang besar, serta proses fabrikasi dan pemasangan yang rumit. Sebagai alternatif, batang ulir berkepala, yaitu batang tulangan baja yang dilengkapi kepala atau pelat pada salah satu atau kedua ujungnya, hadir untuk menghasilkan tahanan mekanis yang optimal antara kepala tulangan dan beton di sekitarnya. Penggunaan tulangan berkepala ini memiliki keunggulan berupa pengurangan kebutuhan baja, kemudahan fabrikasi dan pemasangan, serta penghematan waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perilaku balok langsing dan balok tinggi beton bertulang yang menggunakan tulangan geser konvensional dibandingkan dengan tulangan berkepala, serta memahami perilaku balok langsing dengan sistem angkur atau penyaluran konvensional dibandingkan dengan angkur berkepala. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pemodelan elemen hingga.
Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa batang ulir berkepala dapat diaplikasikan sebagai sengkang pada balok beton bertulang langsing maupun tinggi. Batang ulir berkepala memiliki kekuatan pengangkuran yang lebih baik daripada tulangan kait konvensional dan menghasilkan tahanan mekanis pada kepalanya yang meningkatkan lekatan antara tulangan dengan beton maupun tulangan di sekitarnya. Validasi pemodelan menunjukkan galat beban maksimum berada pada rentang 7%-10%, di mana seluruh beban maksimum berada di atas kapasitas teoritis strut dari Strut and Tie Method. Selain itu, seluruh defleksi tengah bentang saat terjadinya beban maksimum berada di bawah lendutan teoritis non-linear gagal lentur dikarenakan seluruh balok mengalami kegagalan getas. Kesimpulan dari penelitian
ini membuktikan bahwa balok langsing dan balok tinggi yang menggunakan tulangan geser konvensional memiliki perilaku yang identik dengan balok yang menggunakan batang ulir berkepala, sehingga batang ulir ini layak digunakan sebagai tulangan transversal pada kedua jenis balok tersebut. Selain itu, balok langsing beton bertulang dengan angkur batang ulir berkepala menunjukkan performa yang lebih kuat secara kapasitas beban maksimum dan kontrol lendutannya dibandingkan dengan penggunaan angkur konvensional.
Perpustakaan Digital ITB