ABSTRAK Muhammad Miftah Fauzan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Kanker nasofaring (KNF) merupakan salah satu jenis kanker yang menjadikan
radioterapi sebagai modalitas terapi utama. Penelitian ini bertujuan
membandingkan teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan
Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) berdasarkan analisis parameter
dosimetri dan radiobiologi pada penyinaran KNF.
Penelitian ini menggunakan data lima pasien KNF yang menjalani radioterapi
di RSHS Bandung. Untuk setiap pasien dibuat dua rencana penyinaran
menggunakan teknik IMRT dan VMAT, sehingga diperoleh lima pasangan rencana
terapi. Seluruh rencana menggunakan dosis preskripsi sebesar 70 Gy dalam 35
fraksi dengan energi foton 6 MV. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter D2%,
D98%, HI, CI, PITV, EUD, TCP, dan NTCP. Perbedaan kedua teknik dianalisis
menggunakan uji paired samples t-test atau Wilcoxon signed-rank test, sesuai hasil
uji normalitas Shapiro-Wilk, dengan tingkat signifikansi p ? 0,05.
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa parameter D2%, D98%, HI, CI, PITV,
EUD, TCP, dan NTCP tidak berbeda signifikan antara teknik IMRT dan VMAT (p-
value > 0,05). Secara keseluruhan, penelitian ini belum menemukan bukti yang
cukup untuk menunjukkan adanya perbedaan karakteristik radiobiologi maupun
dosimetri antara teknik IMRT dan VMAT pada sampel yang dianalisis. Namun,
hasil penelitian masih memerlukan validasi melalui penelitian dengan jumlah
sampel yang lebih besar dan statistical power yang memadai.
Perpustakaan Digital ITB