digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhammad Miftah Fauzan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Kanker nasofaring (KNF) merupakan salah satu jenis kanker yang menjadikan radioterapi sebagai modalitas terapi utama. Penelitian ini bertujuan membandingkan teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) berdasarkan analisis parameter dosimetri dan radiobiologi pada penyinaran KNF. Penelitian ini menggunakan data lima pasien KNF yang menjalani radioterapi di RSHS Bandung. Untuk setiap pasien dibuat dua rencana penyinaran menggunakan teknik IMRT dan VMAT, sehingga diperoleh lima pasangan rencana terapi. Seluruh rencana menggunakan dosis preskripsi sebesar 70 Gy dalam 35 fraksi dengan energi foton 6 MV. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter D2%, D98%, HI, CI, PITV, EUD, TCP, dan NTCP. Perbedaan kedua teknik dianalisis menggunakan uji paired samples t-test atau Wilcoxon signed-rank test, sesuai hasil uji normalitas Shapiro-Wilk, dengan tingkat signifikansi p ? 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa parameter D2%, D98%, HI, CI, PITV, EUD, TCP, dan NTCP tidak berbeda signifikan antara teknik IMRT dan VMAT (p- value > 0,05). Secara keseluruhan, penelitian ini belum menemukan bukti yang cukup untuk menunjukkan adanya perbedaan karakteristik radiobiologi maupun dosimetri antara teknik IMRT dan VMAT pada sampel yang dianalisis. Namun, hasil penelitian masih memerlukan validasi melalui penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan statistical power yang memadai.