Sebuah gedung konser adalah lingkungan dengan kondisi akustik yang diatur agar
sesuai untuk pertunjukan musik. Konsep adjustable pada gedung konser digunakan
untuk dapat mengakomodasi kebutuhan akustik dari berbagai jenis musik yang
berbeda. Perancangan gedung konser, simulasi akustik, dan auralisasi dilakukan
menggunakan perangkat lunak CATT-Acoustic v9.1. Variasi konfigurasi gedung
konser dibuat berdasarkan persamaan waktu dengung dengan menggunakan
perubahan volume ruangan. Pada penelitian ini, jenis musik yang ditinjau adalah
musik romantik, klasik, opera, dan salah satu musik tradisional Indonesia, yaitu
musik angklung. Gedung konser adjustable didesain untuk dapat mengakomodasi
keempat jenis musik tersebut, di mana dapat dihasilkan 4 konfigurasi gedung
konser dengan variasi waktu dengung T-15, yakni 2,0 s, 1,7 s, 1,5 s, dan 1,3 s pada
frekuensi 1 kHz. Selain T-15, terdapat beberapa parameter akustik lain yang
ditinjau, yakni C-80, ????????, LF, SPL, G, dan IACC, di mana hasil simulasi dari
keempat konfigurasi gedung konser sudah memenuhi rentang nilai ideal yang
direkomendasikan untuk setiap parameter akustik sesuai dengan keempat jenis
musik. Respon impuls dari hasil simulasi akustik keempat konfigurasi gedung
konser digunakan untuk proses auralisasi menggunakan 4 jenis musik, yaitu karya
musik dari komposer Mahler, Beethoven, dan Mozart, serta 1 karya musik
angklung. Hasil auralisasi digunakan dalam uji dengar untuk memperoleh
preferensi dari responden untuk keempat jenis musik terhadap konfigurasi gedung
konser yang dirancang dengan metode paired comparison melalui kuesioner daring.
Hasil uji dengar menunjukkan bahwa terdapat signifikansi preferensi dari
responden pada konfigurasi III dan IV untuk musik Beethoven dan konfigurasi IV
untuk musik angklung, sedangkan untuk kedua musik lainnya tidak diperoleh
perbedaan preferensi yang signifikan. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa
preferensi responden terutama dipengaruhi oleh parameter akustik LF dan juga oleh
efek perubahan warna suara yang menghasilkan kesan suara cempreng pada hasil
auralisasi.
Perpustakaan Digital ITB