digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sebuah gedung konser adalah lingkungan dengan kondisi akustik yang diatur agar sesuai untuk pertunjukan musik. Konsep adjustable pada gedung konser digunakan untuk dapat mengakomodasi kebutuhan akustik dari berbagai jenis musik yang berbeda. Perancangan gedung konser, simulasi akustik, dan auralisasi dilakukan menggunakan perangkat lunak CATT-Acoustic v9.1. Variasi konfigurasi gedung konser dibuat berdasarkan persamaan waktu dengung dengan menggunakan perubahan volume ruangan. Pada penelitian ini, jenis musik yang ditinjau adalah musik romantik, klasik, opera, dan salah satu musik tradisional Indonesia, yaitu musik angklung. Gedung konser adjustable didesain untuk dapat mengakomodasi keempat jenis musik tersebut, di mana dapat dihasilkan 4 konfigurasi gedung konser dengan variasi waktu dengung T-15, yakni 2,0 s, 1,7 s, 1,5 s, dan 1,3 s pada frekuensi 1 kHz. Selain T-15, terdapat beberapa parameter akustik lain yang ditinjau, yakni C-80, ????????, LF, SPL, G, dan IACC, di mana hasil simulasi dari keempat konfigurasi gedung konser sudah memenuhi rentang nilai ideal yang direkomendasikan untuk setiap parameter akustik sesuai dengan keempat jenis musik. Respon impuls dari hasil simulasi akustik keempat konfigurasi gedung konser digunakan untuk proses auralisasi menggunakan 4 jenis musik, yaitu karya musik dari komposer Mahler, Beethoven, dan Mozart, serta 1 karya musik angklung. Hasil auralisasi digunakan dalam uji dengar untuk memperoleh preferensi dari responden untuk keempat jenis musik terhadap konfigurasi gedung konser yang dirancang dengan metode paired comparison melalui kuesioner daring. Hasil uji dengar menunjukkan bahwa terdapat signifikansi preferensi dari responden pada konfigurasi III dan IV untuk musik Beethoven dan konfigurasi IV untuk musik angklung, sedangkan untuk kedua musik lainnya tidak diperoleh perbedaan preferensi yang signifikan. Berdasarkan analisis, diketahui bahwa preferensi responden terutama dipengaruhi oleh parameter akustik LF dan juga oleh efek perubahan warna suara yang menghasilkan kesan suara cempreng pada hasil auralisasi.