Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek metode pengeringan terhadap properti
dari tanah ekspansif, terutama pada karakteristik pemadatan tanah. Beberapa
penelitian menunjukkan hilangnya air teradsorpsi, yang dianggap sebagai bagian
tak terpisah dari tanah, dapat mengubah perilaku tanah. Penelitian dilakukan pada
kompaksi, kadar air, specific gravity, indeks plastisitas, kuat tekan bebas, dan
pengembangan dari tanah ekspansif setelah dikeringkan dengan oven pada 60?,
110?, dan 160? hingga diperoleh massa kering konstan. Efek dari pengeringan
oven juga dilihat pada perubahan komposisi kandungan mineral tanah. Hasil
pengujian menunjukkan tidak adanya perubahan yang drastis pada kandungan
mineral. Meskipun, terdapat perubahan nilai d-spacig dari mineral clay berdasarkan
pola XRD. Perubahan kadar air optimum dan berat jenis kering maksimal terlihat
akibat perbedaan suhu pengeringan. Kadar air yang hilang dan specific gravity
tanah menunjukkan peningkatan dengan meningkatnya suhu pengeringan. Suhu
pengeringan yang lebih tinggi membuat tanah menjadi semakin nonplastis yang
ditunjukkan dari penurunan indeks plastisitas. Kuat tekan bebas dan pengembangan
tanah menunjukkan keterkaitan dengan kadar air optimum yang diperoleh dari uji
kompaksi yang dipengaruhi oleh suhu pengeringan yang digunakan.
Perpustakaan Digital ITB