digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini dilakukan untuk melihat efek metode pengeringan terhadap properti dari tanah ekspansif, terutama pada karakteristik pemadatan tanah. Beberapa penelitian menunjukkan hilangnya air teradsorpsi, yang dianggap sebagai bagian tak terpisah dari tanah, dapat mengubah perilaku tanah. Penelitian dilakukan pada kompaksi, kadar air, specific gravity, indeks plastisitas, kuat tekan bebas, dan pengembangan dari tanah ekspansif setelah dikeringkan dengan oven pada 60?, 110?, dan 160? hingga diperoleh massa kering konstan. Efek dari pengeringan oven juga dilihat pada perubahan komposisi kandungan mineral tanah. Hasil pengujian menunjukkan tidak adanya perubahan yang drastis pada kandungan mineral. Meskipun, terdapat perubahan nilai d-spacig dari mineral clay berdasarkan pola XRD. Perubahan kadar air optimum dan berat jenis kering maksimal terlihat akibat perbedaan suhu pengeringan. Kadar air yang hilang dan specific gravity tanah menunjukkan peningkatan dengan meningkatnya suhu pengeringan. Suhu pengeringan yang lebih tinggi membuat tanah menjadi semakin nonplastis yang ditunjukkan dari penurunan indeks plastisitas. Kuat tekan bebas dan pengembangan tanah menunjukkan keterkaitan dengan kadar air optimum yang diperoleh dari uji kompaksi yang dipengaruhi oleh suhu pengeringan yang digunakan.