Industri semen merupakan industri yang dalam operasinya banyak menggunakan energi baik dalam bentuk energi panas maupun energi listrik yang cukup besar. Energi panas digunakan dalam proses pemanasan awal, kalsinasi dan proses sintering (pembentukan klinker). Energi listrik digunakan untuk motor yang menggerakkan kiln, fan, mill serta alat-alat penggerak lain. Bahan bakar yang umum digunakan untuk menghasilkan energi panas di pabrik semen adalah batubara. Namun, harga batubara akhir-akhir ini semakin tinggi sehingga perlu dicari sumber energi yang nantinya dapat mengurangi penggunaan atau menggantikan penggunaan dari batubara.
Penelitian ini bertujuan untuk menyimulasikan proses pembakaran dan kalsinasi yang terjadi di dalam kalsiner SLC sebuah pabrik semen apabila menggunakan bahan bakar campuran batubara dan sekam padi. Perangkat lunak yang digunakan dalam simulasi ini adalah FLUENT 6.3 yang merupakan salah satu jenis perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD).
Berdasarkan simulasi diperoleh bahwa apabila kalsiner hanya menggunakan batubara saja sebagai bahan bakar, yaitu 6,63 kg/s atau 23,86 ton/jam, maka batubara yang terbakar akan mencapai 99,2 persen dan derajat kalsinasi yang diperoleh adalah 81,3 persen. Jika kalsiner menggunakan bahan bakar campuran batubara dan sekam padi, pada titik optimum, yaitu 27 persen fraksi energi teoritis tersubstitusi oleh sekam padi atau sekam padi yang diinjeksikan 14 ton/jam, maka derajat kalsinasi yang diperoleh 79,63 persen serta batubara dan sekam padi yang terbakar masing-masing 97,7 persen dan 66,4 persen.
Perpustakaan Digital ITB