Kolom komposit baja diisi beton (Concrete-Filled Steel Tube/CFST) telah banyak
digunakan dalam konstruksi bangunan tinggi karena memiliki keunggulan berupa
kekuatan tinggi, daktilitas baik, kekakuan tinggi, dan kapasitas menyerap energi
yang baik. Material komposit ini memanfaatkan kekuatan tekan beton yang tinggi
dan kekuatan tarik baja secara sinergis, dimana tabung baja memberikan
pengekangan lateral terhadap beton dan beton memberikan stabilitas terhadap baja
untuk menghindari tekuk. Namun, salah satu permasalahan utama pada kolom
CFST adalah terjadinya tekuk lokal (local buckling) pada pipa baja, terutama di
daerah sendi plastis, yang dapat mengurangi kekuatan dan daktilitas kolom secara
signifikan. Fenomena ini sangat dipengaruhi oleh rasio diameter terhadap ketebalan
(D/t) dari tabung baja. Berbagai metode telah diusulkan untuk mengatasi masalah
ini, salah satunya adalah penambahan pengekangan internal pada daerah kritis
kolom.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model numerik kolom komposit pipa baja
diisi beton dengan tambahan pengekangan sebagian menggunakan metode elemen
hingga untuk menganalisis perilaku siklik struktur terhadap beban aksial konstan
dan beban siklik lateral. Model numerik dikembangkan menggunakan perangkat
lunak LS-DYNA dengan pendekatan micro modelling, dimana material beton dan
baja dimodelkan secara terpisah. Material beton dimodelkan menggunakan
Concrete Damaged Plasticity Model (CDPM) yang mampu menangkap perilaku
kerusakan beton dalam kondisi tarik dan tekan, sedangkan material baja
dimodelkan menggunakan model elastik-plastik dengan strain hardening. Interaksi
antara baja dan beton didefinisikan menggunakan kontak automatic surface-tosurface
dengan parameter gesekan statis 0,4 dan dinamis 0,3.
Validasi model numerik dilakukan terhadap hasil eksperimen yang telah dilakukan
oleh Kar dkk. (2024) dengan tiga variasi spesimen: kolom tanpa pengekangan
tambahan (C114-c0), kolom dengan pengekangan tambahan setinggi 1D (C114-
c60-1D), dan kolom dengan pengekangan tambahan setinggi 1,5D (C114-c60-
1,5D), dimana D adalah diameter kolom. Analisis dilakukan dengan pembebanan
aksial konstan sebesar 22 kN (3% dari kapasitas nominal) dan beban siklik lateral
dengan displacement control mengikuti protokol ACI 374.1-05.
iii
Hasil analisis menunjukkan bahwa model numerik mampu merepresentasikan
perilaku siklik kolom CFST dengan baik. Kurva histeresis hasil numerik
menunjukkan bentuk "gemuk" tanpa pinching, mengindikasikan kemampuan
disipasi energi yang baik. Penambahan pengekangan internal terbukti efektif
meningkatkan kekuatan lateral, dengan peningkatan sekitar 16% dibandingkan
kolom tanpa pengekangan. Kekuatan lateral maksimum hasil numerik
menunjukkan rasio 0,89-1,0 terhadap hasil eksperimen untuk kondisi tekan, dan
0,75-0,91 untuk kondisi tarik, menunjukkan akurasi model yang memadai.
Pola kegagalan yang teramati pada model numerik konsisten dengan hasil
eksperimen, dimana tekuk lokal terjadi pada ketinggian yang sesuai dengan posisi
pengekangan tambahan. Untuk spesimen C114-c60-1D, tekuk lokal bergeser dari
dasar kolom ke ketinggian 1D, sedangkan untuk C114-c60-1,5D tekuk terjadi pada
dasar dan ketinggian 1,5D. Hal ini menunjukkan bahwa pengekangan tambahan
efektif memindahkan lokasi sendi plastis dari daerah kritis dan meningkatkan
daktilitas struktur.
Degradasi kekakuan terjadi secara progresif pada semua spesimen, dengan
penurunan lebih dari 90% dari kekakuan awal hingga kondisi akhir. Spesimen
dengan pengekangan tambahan menunjukkan degradasi yang lebih lambat
dibandingkan spesimen tanpa pengekangan. Kapasitas disipasi energi kumulatif
meningkat signifikan dengan penambahan pengekangan, dimana spesimen C114-
c60-1,5D menunjukkan peningkatan sekitar 14% dibandingkan C114-c0. Daktilitas
kolom juga meningkat dengan penambahan pengekangan, dengan peningkatan
sekitar 24% untuk spesimen C114-c60-1,5D dibandingkan C114-c0.
Penelitian ini membuktikan bahwa pemodelan numerik menggunakan metode
elemen hingga dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengevaluasi perilaku
struktur kolom CFST dengan pengekangan sebagian. Penambahan pengekangan
internal setinggi 1D dari dasar kolom terbukti paling optimal dalam mengendalikan
lokasi tekuk, meningkatkan kekuatan, kekakuan, daktilitas, dan kemampuan
disipasi energi kolom. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi dalam
pengembangan desain kolom CFST yang lebih efisien dan tahan terhadap beban
seismik.
Perpustakaan Digital ITB