digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan pesat Educational Technology (EdTech) di Indonesia telah mendorong munculnya model pembelajaran hibrida. PT XYZ, perusahaan EdTech terkemuka di Asia Tenggara, berencana memperluas program International Homeschool dengan mendirikan pusat pembelajaran hibrida yang menyasar keluarga kelas menengah atas di BSD City. Studi ini menilai kelayakan finansial proyek ekspansi menggunakan metode capital budgeting seperti Payback Period, Net Present Value (NPV), dan Internal Rate of Return (IRR). Dengan total investasi sebesar IDR 3,58 miliar, proyek menghasilkan NPV positif sebesar IDR 9,093 miliar, IRR sebesar 39.72%, dan Payback Period selama 3,58 tahun, yang berarti memenuhi seluruh tolok ukur finansial. Simulasi Monte Carlo dengan 1.000 skenario menunjukkan hanya 6.43% risiko NPV negatif, yang mengkonfirmasi ketahanan proyek di tengah ketidakpastian. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek ekspansi ini layak secara finansial dan strategis untuk mendukung pertumbuhan PT XYZ di sektor pendidikan premium Indonesia.