PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang konsisten selama lima tahun terakhir, namun menghadapi masalah dalam merealisasikan kinerja investasi yang ditargetkan dalam rencana jangka panjang PT PDSI. Studi ini menemukan bahwa kesenjangan tersebut disebabkan oleh realisasi belanja modal (CAPEX) yang kurang optimal, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kendala keuangan dan ketidakpastian pasar. Tujuan utama dari studi ini adalah mengembangkan dan menerapkan kerangka kerja untuk membantu pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan strategis terkait investasi aset di PT PDSI. Hal ini dilakukan dengan menyempurnakan metode valuasi yang ada melalui penambahan nilai opsi pada alternatif keputusan yang tersedia, serta memperhitungkan situasi pasar dan bisnis di industri minyak dan gas. Meskipun Discounted Cash Flow (DCF) memberikan hasil valuasi terkait penilaian kelayakan proyek, Real Options Analysis (ROA) memberikan nilai tambah dengan menguantifikasi faktor ketidakpastian pasar. Analisis menunjukkan bahwa Opsi untuk Ekspansi (Option to Expand) merupakan strategi yang lebih disukai, ditandai dengan peningkatan Nilai Investasi Total (Total Investment Value/TIV) yang didasarkan pada kombinasi antara Nilai Kini Bersih (Net Present Value/NPV) dan Nilai Opsi. Studi ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian ROA ke dalam proses perencanaan anggaran investasi PT PDSI menyediakan alat pengambilan keputusan yang lebih baik dibandingkan penggunaan DCF secara mandiri (standalone). Direkomendasikan agar PDSI mengadopsi kerangka kerja ini untuk menilai dan menentukan waktu investasi strategisnya dengan lebih baik, sehingga memungkinkan perusahaan menavigasi ketidakpastian pasar secara lebih efektif dan menjembatani kesenjangan kritis antara ambisi strategis dan kinerja keuangannya.
Perpustakaan Digital ITB