Penelitian ini mengkaji bagaimana sebuah bisnis pembelajaran bahasa di Indonesia dapat mengatasi stagnasi pertumbuhan melalui pendekatan inovasi yang berpusat pada pengguna. Framework Design Thinking digunakan sebagai pendekatan utama untuk menggali ekspektasi, tantangan dan preferensi pelanggan, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan produk dan penyesuaian model bisnis. Data dikumpulkan melalui focus group discussion (FGD) dengan enam grup pelajar yang dilakukan di tahap eksplorasi awal. Data kualitatif dianalisis menggunakan thematic analysis Braun dan Clarke untuk menemukan kebutuhan yang berulang terkait motivasi, kepercayaan diri, struktur belajar, fleksibilitas dan peran manusia. Temuan ini kemudian diterjemahkan menjadi dua persona utama yang mencerminkan tipe pelajar, dan digunakan untuk merumuskan lima pertanyaan How Might We (HMW) sebagai dasar proses ideasi. Penelitian menghasilkan tiga prototipe awal yang saling terintegrasi, yaitu: (1) pilihan pembelajaran terstruktur, (2) peta belajar mingguan adaptif, dan (3) alat ukur perkembangan kepercayaan diri. Ketiga komponen ini membentuk ekosistem pembelajaran yang bertujuan meningkatkan keterlibatan peserta dan mendukung keberlanjutan bisnis melalui nilai yang lebih jelas, retensi yang lebih kuat dan penawaran produk yang lebih terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian desain produk dengan kebutuhan pengguna dapat memperkuat keberlanjutan usaha EdTech (pembelajaran berbasis teknologi) skala kecil. Studi ini juga merekomendasikan pengujian kuantitatif lanjutan untuk menilai tingkat penerimaan dan kegunaan dari prototipe yang diusulkan.
Perpustakaan Digital ITB