ABSTRAK
ANALISIS PEMILIHAN ALTERNATIF TEKNOLOGI
PEMANFAATAN LUMPUR HASIL PENGOLAHAN
IPAL DOSMESTIK DAN PENGERUKAN BADAN AIR
DI PROVINSI DKI JAKARTA
Oleh
Dinna Rachmayanti
NIM: 25724001
(Program Studi Magister Pengelolaan Infrastuktur Air Bersih
dan Sanitasi)
Peningkatan cakupan layanan sanitasi perkotaan dan intensitas kegiatan
pengerukan badan air telah menyebabkan peningkatan volume lumpur yang
memerlukan pengelolaan, sementara keterbatasan lahan pembuangan semakin
membatasi kapasitas pengelolaan lumpur. Kondisi ini menuntut pengembangan
strategi pengelolaan yang berorientasi pada pemulihan sumber daya dan ekonomi
sirkular. Namun, pemilihan teknologi pemanfaatan lumpur masih menghadapi
tantangan karena harus mempertimbangkan berbagai aspek teknis, lingkungan,
ekonomi, dan keberlanjutan secara terpadu. Oleh karena itu, diperlukan suatu
kerangka evaluasi yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara
objektif dan komprehensif. Penelitian ini mengembangkan suatu model evaluasi
untuk menentukan alternatif teknologi pemanfaatan lumpur yang paling
berkelanjutan dengan mengintegrasikan metode Vlsekriterijumska Optimizacija I
Kompromisno Resenje (VIKOR) dan pembobotan entropi. Sistem evaluasi
disusun berdasarkan 14 indikator yang dikelompokkan ke dalam 5 dimensi utama,
yaitu karakteristik lumpur, dampak lingkungan, dampak ekonomi, perubahan
entropi, dan tingkat pemanfaatan sumber daya. Model yang dikembangkan
kemudian diterapkan pada studi kasus pengelolaan lumpur hasil pengolahan air
limbah domestik dan pengerukan badan air di Provinsi DKI Jakarta. Hasil analisis
menunjukkan bahwa teknologi komposting merupakan alternatif terbaik dengan
nilai indeks VIKOR (Qj) sebesar 0,0000, diikuti oleh insinerasi (0,2864),
anaerobic digestion (0,3222), black soldier fly larvae (BSFL) (0,3432),
hydrothermal carbonization (HTC) (0,4644), dan landfill (1,0000), yang
menunjukkan bahwa teknologi berbasis pemulihan sumber daya memiliki kinerja
yang lebih unggul dibandingkan opsi pembuangan akhir. Temuan tersebut
diperkuat oleh hasil validasi institusional yang mengindikasikan bahwa Provinsi
DKI Jakarta memiliki tingkat kesiapan yang memadai untuk
mengimplementasikan teknologi pemanfaatan lumpur melalui dukungan
kelembagaan, infrastruktur dasar, dan komitmen terhadap pengelolaan
lingkungan. Meskipun demikian, implementasi skala penuh masih memerlukan
penguatan regulasi yang secara khusus mengatur pemanfaatan lumpur sertapeningkatan investasi dan pendanaan jangka panjang. Secara keseluruhan, model
evaluasi yang dikembangkan menyediakan kerangka pengambilan keputusan yang
komprehensif dan dapat direplikasi untuk mendukung perumusan kebijakan
pengelolaan lumpur yang berorientasi pada pemulihan sumber daya, keberlanjutan
lingkungan, dan transisi menuju ekonomi sirkular.
Perpustakaan Digital ITB