digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Akuifer di wilayah pesisir Kota Cirebon memiliki kerentanan tinggi terhadap intrusi air laut akibat karakter material aluvial yang permeabel, tekanan pemanfaatan air tanah, serta pengaruh perubahan iklim berupa kenaikan muka air laut dan penurunan recharge. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan sumber daya air tanah pesisir sehingga perlu dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik hidrogeokimia dan isotop akuifer tak tertekan di pesisir Kota Cirebon serta mengevaluasi dinamika intrusi air laut akibat pengaruh kenaikan muka air laut (sea level rise) dan perubahan recharge. Pendekatan yang digunakan meliputi analisis hidrogeokimia dan isotop stabil (?¹?O dan ?²H) berdasarkan data sampling air tanah, air sungai, dan air laut, serta pemodelan numerik intrusi air laut menggunakan MODFLOW–SEAWAT. Pemodelan dilakukan dalam kerangka aliran air tanah bergantung densitas dengan klorida (Cl?) sebagai zat terlarut konservatif, melalui simulasi kondisi eksisting, skenario kenaikan muka air laut, pengurangan recharge, dan kombinasi keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air tanah akuifer tak tertekan di pesisir Kota Cirebon didominasi oleh fasies Mg–HCO?, dengan sebagian sampel menunjukkan fasies Na–Cl atau tipe campuran. Analisis isotop stabil mengindikasikan sumber air meteoritik dengan indikasi pencampuran air laut pada beberapa sampel, yang ditunjukkan oleh fraksi air laut sebesar 1,06–47,16%. Pemodelan numerik berhasil merepresentasikan kondisi intrusi air laut dengan baik (r = 0,992; R² = 0,976), menunjukkan jarak maksimum intrusi mencapai 1,1 km di permukaan dan 1,2 km pada kedalaman 150 m dengan pola saltwater wedge. Simulasi tahun 2050 menunjukkan bahwa penurunan recharge dan kenaikan muka air laut sebesar 0,55 m mendorong perluasan intrusi air laut hingga 402–452 m di permukaan dan mencapai 650 m pada kedalaman 150 m. Luas area terdampak intrusi meningkat dari 5,66 km² menjadi 6,65–6,72 km² (17,53–18,77%), yang menunjukkan meningkatnya kerentanan akuifer pesisir Kota Cirebon terhadap penurunan recharge dan kenaikan muka air laut.