digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Hipertensi yang memicu hipertrofi jantung dialami 30–50% pasien kardiomiopati hipertrofik dan berisiko gagal jantung, sementara terapi konvensional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder fraksi n-heksana daun kersen (Muntingia calabura L.) dan memprediksi interaksi molekuler dan potensi serta afinitas ikatan dari senyawa-senyawa aktifnya terhadap protein Extracellular Signal-Regulated Kinase 2 (ERK2), p38, dan c-Jun N?terminal Kinase (JNK)). Metode penelitian meliputi analisis profil metabolit menggunakan LC-MS/MS sistem Electrospray Ionization (ESI), penetapan kadar relatif chrysin dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-densitometri pada fase diam silika gel 60 Fluorophore 254 (F254) dan fase gerak kloroform:metanol:asam format (9,14:0,50:0,36 v/v) pada panjang gelombang 254 nm, serta simulasi molecular docking menggunakan AutoDockTools 1.5.7 setelah validasi re-docking dengan kriteria Root Mean Square Deviation (RMSD ? 2 Å). Analisis LC-MS/MS berhasil mengidentifikasi 30 senyawa yang didominasi oleh golongan flavonoid, kalkon, dan asam fenolat. Analisis kuantitatif menggunakan KLT-densitometri mendeteksi keberadaan chrysin (5,7-dihydroxyflavone) pada Rf 0,32 dengan kadar relatif sebesar 37,86% (b/b) dan kurva regresi linier yang valid (R² = 0,9988). Simulasi molecular docking menunjukkan bahwa kelompok kalkon, khususnya 2’,4’-dihydroxychalcone, memiliki afinitas terkuat terhadap ERK2 (?G = ?8,67 kkal/mol) melalui ikatan hidrogen pada Arg67 dan Tyr64. Pada p38 MAPK, senyawa 2,5,7-trihydroxy-6,8-dimethyl-3-(3',4'-methylenedioxybenzyl) chroman-4- one (?G = ?8,44 kkal/mol) dan chrysin (?G = ?8,15 kkal/mol) menunjukkan potensi inhibisi tinggi dengan menargetkan asam amino Thr106 dan Glu71. Sementara itu, cabreuvin menunjukkan afinitas paling dominan terhadap JNK (?G = ?12,85 kkal/mol), melampaui ligan kokristal bis-anilino-pyrrolopyrimidine melalui interaksi spesifik pada hinge region Met111. Berdasarkan keseluruhan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa fraksi n-heksana daun kersen diduga mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antihipertrofi jantung melalui penghambatan jalur persinyalan MAPK.