Hipertensi yang memicu hipertrofi jantung dialami 30–50% pasien kardiomiopati
hipertrofik dan berisiko gagal jantung, sementara terapi konvensional masih
terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder fraksi
n-heksana daun kersen (Muntingia calabura L.) dan memprediksi interaksi
molekuler dan potensi serta afinitas ikatan dari senyawa-senyawa aktifnya terhadap
protein Extracellular Signal-Regulated Kinase 2 (ERK2), p38, dan c-Jun N?terminal Kinase (JNK)). Metode penelitian meliputi analisis profil metabolit
menggunakan LC-MS/MS sistem Electrospray Ionization (ESI), penetapan kadar
relatif chrysin dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT)-densitometri pada fase
diam silika gel 60 Fluorophore 254 (F254) dan fase gerak kloroform:metanol:asam
format (9,14:0,50:0,36 v/v) pada panjang gelombang 254 nm, serta simulasi
molecular docking menggunakan AutoDockTools 1.5.7 setelah validasi re-docking
dengan kriteria Root Mean Square Deviation (RMSD ? 2 Å). Analisis LC-MS/MS
berhasil mengidentifikasi 30 senyawa yang didominasi oleh golongan flavonoid,
kalkon, dan asam fenolat. Analisis kuantitatif menggunakan KLT-densitometri
mendeteksi keberadaan chrysin (5,7-dihydroxyflavone) pada Rf 0,32 dengan kadar
relatif sebesar 37,86% (b/b) dan kurva regresi linier yang valid (R² = 0,9988).
Simulasi molecular docking menunjukkan bahwa kelompok kalkon, khususnya
2’,4’-dihydroxychalcone, memiliki afinitas terkuat terhadap ERK2 (?G = ?8,67
kkal/mol) melalui ikatan hidrogen pada Arg67 dan Tyr64. Pada p38 MAPK,
senyawa 2,5,7-trihydroxy-6,8-dimethyl-3-(3',4'-methylenedioxybenzyl) chroman-4-
one (?G = ?8,44 kkal/mol) dan chrysin (?G = ?8,15 kkal/mol) menunjukkan
potensi inhibisi tinggi dengan menargetkan asam amino Thr106 dan Glu71.
Sementara itu, cabreuvin menunjukkan afinitas paling dominan terhadap JNK (?G
= ?12,85 kkal/mol), melampaui ligan kokristal bis-anilino-pyrrolopyrimidine
melalui interaksi spesifik pada hinge region Met111. Berdasarkan keseluruhan hasil
yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa fraksi n-heksana daun kersen diduga
mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen
antihipertrofi jantung melalui penghambatan jalur persinyalan MAPK.
Perpustakaan Digital ITB