Sistem Algol (? Persei) merupakan sistem bintang ganda dekat yang menunjukkan
fenomena Paradoks Algol, yaitu komponen bermassa lebih kecil
(Algol B) telah berevolusi menjadi subgiant, sementara komponen yang lebih
masif (Algol A) masih berada di fase deret utama. Fenomena ini diyakini
merupakan hasil dari proses transfer massa pada tahap awal evolusi sistem,
namun skema transfer massa yang paling sesuai untuk menjelaskan sejarah
evolusinya masih menjadi permasalahan terbuka. Penelitian ini bertujuan
untuk mensimulasikan evolusi sistem ? Persei hingga mencapai kondisi observasinya
saat ini serta menganalisis skema transfer massa yang paling sesuai
untuk menjelaskan evolusi tersebut. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat
lunak Modules for Experiments in Stellar Astrophysics (MESA), khususnya
modul MESAbinary, melalui tiga pendekatan secara bertahap: transfer
massa konservatif dan non-konservatif dengan parameter awal de Greve, serta
transfer massa non-konservatif dengan parameter awal Sarna (M1 = 2.70M?,
M2 = 2.40M?, P = 1.4625 hari, ? = 0.31) yang dilengkapi parameter fisika
tambahan. Hasil simulasi dibandingkan dengan parameter observasi Sarna
(1993) menggunakan kriteria deviasi relatif. Skema non-konservatif dengan
parameter Sarna yang telah dioptimasi (jdot multiplier = 6.9, overshoot
donor = 0.003, overshoot akretor = 0.04, ?MLT = 1.5) memberikan hasil yang
paling mendekati observasi untuk kedua komponen, meskipun radius bintang
primer dan luminositas bintang sekunder masih menunjukkan deviasi yang
cukup besar. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skema
transfer massa non-konservatif yang dilengkapi parameter fisika tambahan
mampu merepresentasikan evolusi sistem ? Persei secara lebih baik dibandingkan
skema konservatif maupun non-konservatif tanpa parameter tambahan.
Perpustakaan Digital ITB