digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Wafiq Tsaniya Salam
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Sistem Algol (? Persei) merupakan sistem bintang ganda dekat yang menunjukkan fenomena Paradoks Algol, yaitu komponen bermassa lebih kecil (Algol B) telah berevolusi menjadi subgiant, sementara komponen yang lebih masif (Algol A) masih berada di fase deret utama. Fenomena ini diyakini merupakan hasil dari proses transfer massa pada tahap awal evolusi sistem, namun skema transfer massa yang paling sesuai untuk menjelaskan sejarah evolusinya masih menjadi permasalahan terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan evolusi sistem ? Persei hingga mencapai kondisi observasinya saat ini serta menganalisis skema transfer massa yang paling sesuai untuk menjelaskan evolusi tersebut. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Modules for Experiments in Stellar Astrophysics (MESA), khususnya modul MESAbinary, melalui tiga pendekatan secara bertahap: transfer massa konservatif dan non-konservatif dengan parameter awal de Greve, serta transfer massa non-konservatif dengan parameter awal Sarna (M1 = 2.70M?, M2 = 2.40M?, P = 1.4625 hari, ? = 0.31) yang dilengkapi parameter fisika tambahan. Hasil simulasi dibandingkan dengan parameter observasi Sarna (1993) menggunakan kriteria deviasi relatif. Skema non-konservatif dengan parameter Sarna yang telah dioptimasi (jdot multiplier = 6.9, overshoot donor = 0.003, overshoot akretor = 0.04, ?MLT = 1.5) memberikan hasil yang paling mendekati observasi untuk kedua komponen, meskipun radius bintang primer dan luminositas bintang sekunder masih menunjukkan deviasi yang cukup besar. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skema transfer massa non-konservatif yang dilengkapi parameter fisika tambahan mampu merepresentasikan evolusi sistem ? Persei secara lebih baik dibandingkan skema konservatif maupun non-konservatif tanpa parameter tambahan.