Merkurius merupakan planet terdekat Matahari yang memiliki permukaan
yang didominasi oleh berbagai fitur geologi. Fitur geologi tersebut
disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor eksternal yang menghasilkan fitur
kawah tumbukan, basin, hollow dan faktor internal yang menghasilkan fitur
smooth plains, vent, facula, lobate scarps, wrinkle ridges, graben. Salah
satu fitur geologi yang menarik untuk dipelajari adalah Caloris Basin.
Caloris Basin merupakan kawah tumbukan terbesar di permukaan
Merkurius dengan struktur geologi yang kompleks, mulai dari pembentukan
hingga proses modifikasinya. Hal ini menjadikan Caloris Basin cocok
digunakan sebagai laboratorium alami untuk memahami keterkaitan antara
proses tumbukan, vulkanisme, dan tektonisme dalam perjalanan sejarah
geologi Merkurius.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan distribusi kawah
tumbukan berdiameter lebih dari 10 km serta distribusi hollow, fitur vulkanik dan
fitur tektonik di wilayah Caloris Basin. Mercury QuickMap digunakan untuk
mengidentifikasi dan memetakan fitur-fitur tersebut untuk mengetahui pola
distribusi tiap fitur.
Dari hasil penelitian, ditemukan sebanyak 150 kawah berdiameter lebih dari
10 km. Sebanyak 13 facula dan 14 vent berhasil ditemukan. Facula dan vent banyak
ditemukan di tepi Caloris Basin. Sebanyak 43 titik lokasi hollow berhasil
ditemukan. Graben terlihat terkonsentrasi di bagian dalam Caloris Basin dengan
distribusi berpola radial dan konsentris. Lobate scarps terlihat terdistribusi di tepi
Caloris Basin dengan pola konsentris.
Perpustakaan Digital ITB