digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Energi listrik menjadi salah satu sumber daya yang penting di seluruh dunia. Pemanfaatan energi harus sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan agar Bumi, manusia, dan seluruh penghuni Bumi lainnya tetap lestari. Pembangunan keberlanjutan sangat mendesak untuk dijadikan acuan dengan mempertimbangkan bahwa perubahan iklim dalam fase kritis dan ketimpangan sosial yang tak kunjung usai. Sumber energi dari matahari yang terbarukan melalui energi fotovoltaik berpotensi besar di Indonesia, mengingat bahwa durasi siang di keseluruhan wilayah indonesia dinilai relatif konsisten. Ketersediaan energi ini dapat dioptimalkan salah satunya melalui eksplorasi pada sistem kolektor radiasi surya bentuk atap berpelacak dengan tambahan reflektor diffuse lambertian di tepi luarnya. Data radiasi diperoleh dari National Solar Radiation Database (NSRDB) untuk rentang tahun 2016–2020, dengan mengambil sampel lokasi berupa area perkotaan di Indonesia pada berbagai wilayah dan jenis iklim. Pemilihan area perkotaan ini dimaksudkan untuk mendorong aksesibilitas masyarakat dalam mengadopsi PV. Dari data tersebut, setiap kota menunjukkan variabilitas kategori kurva iradians harian berbasis clearness Perez. Selanjutnya, evaluasi kinerja sistem penerima surya dilakukan melalui pendekatan simulasi untuk menghitung penerimaan radiasi terhadap berbagai tipe kurva distribusi tersebut pada variasi interval waktu pelacakan. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan perspektif baru mengenai variabilitas pola iradians di area perkotaan, sekaligus memberikan penilaian performa sistem kolektor lanjut secara kontekstual tanpa menggeneralisasi kinerja sistem terhadap dinamika cuaca harian. Pada akhirnya, penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penerima surya terbukti dapat meningkatkan penerimaan radiasi matahari, meskipun hasil simulasi pada komparasi penyingkatan interval waktu pelacakan dari 120 menit ke 20 menit relatif hanya memberikan sedikit peningkatan.