Energi listrik menjadi salah satu sumber daya yang penting di seluruh dunia.
Pemanfaatan energi harus sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan agar Bumi,
manusia, dan seluruh penghuni Bumi lainnya tetap lestari. Pembangunan
keberlanjutan sangat mendesak untuk dijadikan acuan dengan mempertimbangkan
bahwa perubahan iklim dalam fase kritis dan ketimpangan sosial yang tak kunjung
usai. Sumber energi dari matahari yang terbarukan melalui energi fotovoltaik
berpotensi besar di Indonesia, mengingat bahwa durasi siang di keseluruhan
wilayah indonesia dinilai relatif konsisten. Ketersediaan energi ini dapat
dioptimalkan salah satunya melalui eksplorasi pada sistem kolektor radiasi surya
bentuk atap berpelacak dengan tambahan reflektor diffuse lambertian di tepi
luarnya.
Data radiasi diperoleh dari National Solar Radiation Database (NSRDB) untuk
rentang tahun 2016–2020, dengan mengambil sampel lokasi berupa area perkotaan
di Indonesia pada berbagai wilayah dan jenis iklim. Pemilihan area perkotaan ini
dimaksudkan untuk mendorong aksesibilitas masyarakat dalam mengadopsi PV.
Dari data tersebut, setiap kota menunjukkan variabilitas kategori kurva iradians
harian berbasis clearness Perez. Selanjutnya, evaluasi kinerja sistem penerima
surya dilakukan melalui pendekatan simulasi untuk menghitung penerimaan radiasi
terhadap berbagai tipe kurva distribusi tersebut pada variasi interval waktu
pelacakan. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan
perspektif baru mengenai variabilitas pola iradians di area perkotaan, sekaligus
memberikan penilaian performa sistem kolektor lanjut secara kontekstual tanpa
menggeneralisasi kinerja sistem terhadap dinamika cuaca harian. Pada akhirnya,
penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penerima surya terbukti dapat
meningkatkan penerimaan radiasi matahari, meskipun hasil simulasi pada
komparasi penyingkatan interval waktu pelacakan dari 120 menit ke 20 menit relatif
hanya memberikan sedikit peningkatan.
Perpustakaan Digital ITB