Objek trans-Neptunus atau Trans-Neptunian Objects (TNO) merupakan populasi
benda kecil Tata Surya yang memiliki orbit di luar orbit Neptunus.
Sebagian TNO memiliki eksentrisitas tinggi dan jarak perihelion di sebelah
dalam orbit Jupiter, sehingga dapat memasuki wilayah planet-planet raksasa.
Penelitian ini menganalisis perubahan orbit 26 TNO pelintas orbit Jupiter
melalui integrasi numerik sistem N-benda.
Simulasi memodelkan Matahari dan delapan planet sebagai objek bermassa,
sedangkan 26 TNO dimodelkan sebagai partikel uji tanpa massa. Kondisi
awal diperoleh dari NASA JPL Horizons pada epoch 17 Agustus 2025. Integrasi
dilakukan menggunakan perangkat lunak REBOUND dengan integrator
IAS15 hingga 107 tahun atau sampai objek pertama kali memenuhi e ? 1.
Analisis meliputi perubahan elemen orbit, waktu tercapainya e ? 1, papasan
dekat dengan Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, serta parameter
Tisserand terhadap keempat planet tersebut.
Hasil integrasi menunjukkan bahwa 21 dari 26 objek memenuhi e ? 1 sebelum
akhir interval integrasi. Waktu pertama kali kriteria tersebut terpenuhi
berada pada rentang 0.29780 hingga 6.29978 juta tahun. Objek-objek tersebut
menunjukkan perubahan setengah sumbu panjang dari nilai positif menjadi negatif
dan eksentrisitas yang melampaui satu, sehingga orbitnya berubah dari
elips menjadi hiperbola. Lima objek, yaitu 2015 TN178, 2017 CW32, 2017
MB7, 2019 T1, dan 2021 DL1, tetap memiliki e < 1 hingga 107 tahun. Papasan
dekat yang memenuhi kriteria d ? 3RH ditemukan pada 19 objek. Secara
keseluruhan, tercatat 573 papasan dekat, yang terdiri atas 282 kejadian dengan
Jupiter, 154 dengan Saturnus, 52 dengan Uranus, dan 85 dengan Neptunus.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa TNO pelintas orbit Jupiter memiliki
perubahan elemen orbit, waktu tercapainya e ? 1, dan riwayat papasan
dekat yang berbeda-beda. Nilai awal elemen orbit dan jumlah papasan dekat
tidak secara tunggal membedakan objek yang memenuhi e ? 1 dan objek yang
tetap terikat hingga akhir integrasi.
Perpustakaan Digital ITB