Perkembangan infrastruktur lepas pantai di Indonesia yang terus meningkat
menuntut keandalan desain fondasi, yang sangat bergantung pada pemahaman
perilaku tanah dasar laut, khususnya tanah lempung laut terkonsolidasi lebih
(Overconsolidated Marine Clay, OCMC) yang umum dijumpai pada lingkungan
sedimen laut. Pada beberapa lokasi, endapan OCMC tidak tersusun homogen,
melainkan mengandung struktur laminasi berupa sisipan lanau dan pasir dengan
ketebalan dan kontinuitas yang bervariasi. Kehadiran laminasi ini berpotensi
mengubah perilaku mekanis tanah, baik pada pembebanan monotonik maupun
siklik. Sementara itu, sebagian besar basis data dan model perilaku tanah yang
digunakan dalam desain fondasi lepas pantai justru dikembangkan dari tanah
lempung homogen, sehingga pengaruh laminasi terhadap respons OCMC belum
dipahami secara memadai.
Penelitian ini bertujuan mengkaji perilaku monotonik dan siklik tanah OCMC
berlaminasi dari Teluk Bintuni, Indonesia, sekaligus mengevaluasi kesesuaian
pendekatan Cyclic Contour Diagram (CCD) yang umum digunakan dalam analisis
fondasi lepas pantai. Kajian difokuskan pada pengaruh struktur laminasi dan tingkat
overkonsolidasi terhadap perkembangan regangan, kuat geser niralir, respons
tekanan air pori, dan ketahanan siklik tanah. Penelitian ini juga menilai apakah
CCD yang dikembangkan dari basis data Drammen Clay mampu
merepresentasikan perilaku siklik tanah OCMC berlaminasi di lokasi penelitian.
Program penelitian mencakup karakterisasi tanah melalui pengujian sifat indeks,
identifikasi mineralogi dengan X-Ray Diffraction (XRD), serta identifikasi struktur
internal sampel menggunakan Computed Tomography (CT-scan). Kondisi
konsolidasi dievaluasi melalui interpretasi nilai Overconsolidation Ratio (OCR)
dari data CPTu dan diverifikasi dengan hasil uji konsolidasi laboratorium. Perilaku
monotonik dikaji melalui pengujian Direct Simple Shear (DSS) dan triaksial pada
beberapa tingkat OCR, sedangkan perilaku siklik ditelaah melalui pengujian siklik
DSS dan triaksial dengan berbagai kombinasi tegangan geser rata-rata dan tegangan
geser siklik.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah yang diteliti merupakan endapan
OCMC dengan nilai OCR umumnya lebih besar dari dua, dengan struktur laminasi
berupa sisipan lanau dan pasir non-plastis di dalam matriks lempung plastisitas
tinggi. Hasil CT-scan memperlihatkan laminasi berbentuk sejajar hingga
bergelombang. Pada pembebanan monotonik, peningkatan OCR menghasilkan
kekakuan awal dan kuat geser niralir yang lebih tinggi, disertai kecenderungan
perilaku yang lebih dilatif. Kuat geser niralir hasil DSS secara umum lebih rendah
daripada hasil triaksial; perbedaan ini mengindikasikan adanya pengaruh anisotropi
serta orientasi bidang geser terhadap struktur laminasi tanah.
Pada pembebanan siklik, peningkatan amplitudo tegangan geser siklik
mempercepat akumulasi regangan geser dan menurunkan jumlah siklus menuju
kegagalan. Meskipun demikian, tanah OCMC berlaminasi dari Teluk Bintuni
menunjukkan ketahanan siklik yang lebih tinggi dibandingkan Drammen Clay:
pada rasio tegangan geser rata-rata, rasio tegangan geser siklik, dan tingkat OCR
yang setara, jumlah siklus menuju kegagalan secara konsisten lebih besar daripada
prediksi basis datanya. Temuan ini menunjukkan bahwa batas kegagalan siklik
tanah OCMC berlaminasi berada pada posisi yang berbeda dari CCD referensi,
sehingga baik CCD berbasis Drammen Clay maupun faktor penskalaan sederhana
belum memadai untuk merepresentasikan perilaku siklik tanah di lokasi penelitian.
Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian eksperimental yang mengintegrasikan
karakterisasi struktur laminasi, perilaku monotonik, dan perilaku siklik tanah
OCMC berlaminasi dari Indonesia dalam satu kerangka evaluasi CCD. Penelitian
ini memperlihatkan bahwa keberadaan laminasi memengaruhi respons mekanis
tanah dan dapat menghasilkan perilaku siklik yang berbeda secara nyata dari tanah
lempung homogen yang menjadi basis pengembangan CCD saat ini. Hasil
penelitian memperdalam pemahaman perilaku tanah laut berlaminasi, memperkaya
basis data perilaku siklik OCMC, serta memberikan justifikasi teknis bagi
pengembangan CCD yang bersifat site-specific untuk meningkatkan keandalan
desain fondasi lepas pantai pada kondisi tanah yang serupa.
Perpustakaan Digital ITB