digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Tiara Farastri Amanda Utami
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Kota Bengkulu memiliki sejarah panjang yang tercatat sejak awal abad ke-12 pada masa Kerajaan Empat Petulai dan kerajaan lokal lainnya, jauh sebelum bangsa Eropa mendarat di wilayah Pantai Barat Sumatera. Kota Bengkulu pernah didominasi oleh dua kekuatan kolonial dari Eropa, yaitu East India Company (1685-1825) dan Dutch East Indies (1825-1942). Selama 140 tahun, bangsa Inggris berperan signifikan dalam membentuk struktur tata kota Bengkulu. Dalam masa transisi pendudukan kolonial, Kota Bengkulu diserahkan kepada Dutch East Indies atas manifestasi Traktat London 1824, yang menandai awal periode kolonial Belanda selama 117 tahun. Penelitian ini berfokus pada perkembangan arsitektur kolonial masa pendudukan bangsa Inggris dan Belanda. Warisan arsitektur yang didirikan oleh kolonial Inggris beralih fungsi dan diduga mengalami modifikasi oleh kolonial Belanda. Proses tersebut membentuk lapisan historis yang tumpang tindih, sehingga menjadikan narasi sejarah yang kompleks. Tingginya distorsi dan akumulasi perubahan bahkan jauh setelah pascakemerdekaan berisiko menyamarkan nilai historis yang dimiliki oleh bangunan kolonial di Bengkulu. Terbatasnya dokumentasi terkait arsitektur kolonial di Kota Bengkulu menyebabkan rentannya eksistensi bangunan tersebut. Di samping itu, terbatasnya penelitian yang tersedia terkait topik ini mengindikasikan bahwa arsitektur kolonial di Kota Bengkulu belum banyak dibahas dalam ranah akademik maupun nonakademik. Penelitian ini bertujuan memetakan persebaran arsitektur kolonial melalui kajian peta historis; mengidentifikasi elemen arsitektur dan material; serta mengidentifikasi karakteristik arsitektur kolonial di Kota Bengkulu. Hal ini berfungsi untuk menguraikan narasi Kota Bengkulu secara lebih utuh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif-eksploratif. Metode ini menerapkan konsep sinkronis dan diakronis untuk mengonfirmasi data sejarah dan bukti fisik di lapangan. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis peta historis, dokumentasi bangunan kolonial, serta observasi di lapangan. Penelitian ini berupaya memperluas wacana akademik terkait arsitektur kolonial di Indonesia, khususnya di wilayah Pantai Barat Sumatera. Di samping itu, penelitian ini juga dimaksudkan untuk dapat menjadi referensi bagi tim ahli cagar budaya dan pemangku kepentingan dalam pemerintahan guna merumuskan strategi pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah di Kota Bengkulu.