NTD (Neglected Tropical Disease) berpotensi menyebabkan infeksi protozoa sehingga diperlukan
urgensi untuk mengembangkan obat antiprotozoa. Pengujian ADMET pada obat baru secara
konvensional, terutama obat antiprotozoa, memiliki banyak kelemahan, jadi digunakan prediksi
secara in silico untuk menentukan profil ADMET serta keoptimalan ADMET. Ini dilakukan untuk
mengurangi trial-and-error dalam pengembangan obat. 38 senyawa obat dalam studi dipilih dari
DrugBank dan digolongkan berdasarkan tahap pengembangan, yaitu tersedia secara klinis, dalam
tahap praklinis/klinis, dan tahap pengembangan. Format SMILES (Simplified Molecular Input Line
Entry System) pada setiap senyawa obat diambil dari PubChem. Semua senyawa obat dalam studi
diprediksi dengan pkCSM untuk ADMET dan SwissADME untuk druglikeness. Lima dari 38 senyawa
obat dalam studi tidak memenuhi syarat aturan Lipinski sebagai druglikeness. Pemberian nilai
keoptimalan untuk semua parameter berdasarkan kriteria yang dilaporkan dalam literatur.
Penilaian keoptimalan dan variansi diberikan sebagai dasar evaluasi. Empat dari 38 senyawa obat
dalam studi memiliki dua parameter ADMET terbaik, sedangkan 14 dari 38 senyawa obat dalam
studi memiliki setidaknya satu parameter ADMET terbaik. Pafuramidine memiliki parameter
ADMET paling seimbang secara keseluruhan. Radicicol memiliki parameter ADMET paling baik
secara keseluruhan. Terakhir, etofamide memiliki parameter ADMET paling buruk secara
keseluruhan.
Perpustakaan Digital ITB