Industri hulu migas Indonesia menghadapi tantangan dalam mempertahankan
produksi dari berbagai lapangan tua, di mana kehilangan produksi memperburuk
penurunan alamiah reservoir. Dengan demikian, keandalan sistem pengangkatan
buatan dan fasilitas permukaan pendukung diperlukan untuk menjaga
kelangsungan produksi. Lapangan Jatibarang merupakan salah satu lapangan
tua, dan sumur ESP adalah kontributor utama produksi minyak. Produksi
semeseter pertama 2025 berada di bawah target dan terpengaruh oleh Loss
Production Opportunity (LPO). Karena sebagian besar kehilangan produksi
terkait ESP dapat dikendalikan, mengurangi LPO adalah tantangan teknis dan
manajerial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah
utama penyebab LPO terkait ESP, menemukan akar penyebabnya,
mengembangkan alternatif yang sesuai, dan memilih solusi yang paling tepat untuk
meningkatkan keandalan produksi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data primer dan
sekunder dikumpulkan dari laporan produksi, catatan Low & Off, data
operasional, survei pemangku kepentingan, wawancara, Focus Group Discussions
(FGD), dan penilaian Subject Matter Expert (SME). Analisis data produksi dan
LPO memungkinkan untuk mengidentifikasi sumber utama kehilangan produksi.
Penyebab utama diidentifikasi melalui analisis masalah Kepner-Tregoe, survei
pemangku kepentingan, analisis tulang ikan, dan diskusi ahli. Alternatif yang layak
dikembangkan melalui Value-Focused Thinking (VFT) dan Analytic Hierarchy
Process (AHP) digunakan untuk mengevaluasi dan memberi peringkat alternatif
sesuai dengan kriteria bisnis dan operasional.
Analisis menunjukkan bahwa penyebab utama LPO terkait ESP adalah kegagalan
pada sistem permukaan, terutama dipicu oleh gas basah pada generator mesin gas
(GEG). Penyebab utama yang dapat dikendalikan adalah kapasitas scrubber yang
rendah, kandungan kelembapan gas yang tinggi, dan pemisahan gas-cairan yang
buruk. Beberapa alternatif dibahas berdasarkan biaya dan manfaat operasional,
dan opsi yang dipilih adalah scrubber bawah tanah. Dalam penelitian ini, sebuah
kerangka kerja pengambilan keputusan terintegrasi diusulkan untuk meminimalkan
LPO dan meningkatkan keandalan produksi pada lapangan migas yang sudah tua,
dengan menggabungkan analisis akar penyebab, pengembangan alternatif yang
berorientasi nilai, dan evaluasi multi-kriteria.
Perpustakaan Digital ITB