digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Auliya Dwinurrullah
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Seiring dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia serta adanya pergeseran tren wisata berbasis alam dan perdesaan, Desa Setianegara di Kabupaten Kuningan mempunyai potensi pengembangan desa wisata. Hal tersebut diperkuat dengan diarahkannya Desa Setianegara untuk menjadi desa wisata dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Kuningan 2020-2028. Namun, hingga saat ini belum diketahui klasifikasi desa wisatanya, padahal pengembangan desa wisata seharusnya didasarkan pada klasifikasinya dan memperhatikan prinsip-prinsip desa wisata berkelanjutan agar desa wisata mampu bertahan dalam jangka panjang. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi klasifikasi dan ketercapaian indikator desa wisata di Desa Setianegara untuk menjadi dasar dalam perumusan strategi pengembangannya. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan mixed method. Data dikolektifkan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi lalu dilakukan analisis dengan analisis skoring, analisis deskriptif kualitatif, analisis gap, analisis SWOT dan IFAS-EFAS. Hasil dari penelitian menunjukkan Desa Setianegara termasuk ke dalam klasifikasi desa wisata berkembang. Hasil identifikasi menunjukkan sebanyak 14 dari 31 sub indikator desa wisata berkembang belum terpenuhi dan sebanyak 18 dari 26 indikator desa wisata berkelanjutan belum terpenuhi sehingga masih terdapat kesenjangan terutama dalam pemenuhan indikator yang sesuai dengan prinsip desa wisata berkelanjutan. Hasil penilaiain IFAS-EFAS menunjukkan Desa Setianegara berada pada kuadran III dengan strategi WO yaitu pemanfaatan peluang untuk menangani kelemahan desa.