digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Proyek pengembangan hulu minyak dan gas bumi memerlukan pengambilan keputusan strategis yang kompleks akibat adanya interaksi antara desain teknis, kelayakan ekonomi, keterbatasan regulasi, kesiapan infrastruktur, serta beragam kepentingan pemangku kepentingan. Di lingkungan PT Pertamina EP, pengembangan struktur gas Kayu Merah (KYM) di Field Jatibarang merupakan tantangan strategis yang signifikan. Meskipun telah teridentifikasi cadangan gas baru, proyek ini dihadapkan pada keterbatasan dalam pemanfaatan fasilitas produksi eksisting, peluang komersialisasi gas yang lebih kompetitif, ketentuan regulasi dan penggunaan lahan, serta risiko keterlambatan monetisasi. Kondisi tersebut menegaskan perlunya suatu kerangka pendukung keputusan yang terstruktur dan transparan untuk menentukan skenario pengembangan yang paling tepat, terutama ketika aspek teknis dan non-teknis harus dipertimbangkan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis melalui identifikasi skenario pengembangan yang paling optimal untuk struktur gas KYM dengan menggunakan pendekatan analisis terintegrasi. Penelitian ini mengidentifikasi faktor internal dan eksternal utama yang memengaruhi kelayakan pengembangan, menerjemahkan nilai-nilai pemangku kepentingan ke dalam kriteria keputusan yang eksplisit, serta mengevaluasi secara sistematis berbagai alternatif skenario pengembangan. Proposisi utama penelitian ini adalah bahwa kerangka pengambilan keputusan berbasis nilai dan multi-kriteria dapat meningkatkan transparansi, konsistensi, dan ketahanan keputusan strategis dalam proyek pengembangan gas hulu, sekaligus mengurangi bias keputusan dan meningkatkan keselarasan antara tujuan strategis dan hasil implementasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian integratif yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif. Lingkungan internal, eksternal, dan bisnis dianalisis menggunakan kerangka PESTEL dan SWOT untuk menangkap faktor pendorong makro serta kapabilitas organisasi yang relevan terhadap pengembangan KYM. Data primer dikumpulkan melalui survey, wawancara semi- terstruktur, diskusi kelompok terarah, dan pemetaan pemangku kepentingan. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari data internal perusahaan, dokumen regulasi, studi teknis, serta literatur akademik yang relevan. Berdasarkan hasil analisis lingkungan, pendekatan Value-Focused Thinking (VFT) digunakan untuk merumuskan secara eksplisit nilai dan tujuan pemangku kepentingan. Tujuan fundamental dan tujuan sarana diidentifikasi dan disusun ke dalam kriteria dan sub-kriteria evaluasi, sehingga kerangka keputusan yang dihasilkan selaras dengan prioritas strategis dan ekspektasi pemangku kepentingan. Alternatif skenario pengembangan yang layak untuk struktur gas KYM kemudian dirumuskan berdasarkan kriteria tersebut dengan memanfaatkan dokumen perencanaan internal, kajian teknis, masukan pemangku kepentingan, serta pembandingan dengan proyek gas sejenis. Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) digunakan sebagai alat utama pendukung keputusan kuantitatif untuk mengevaluasi dan memeringkat alternatif melalui perbandingan berpasangan. Pengujian rasio konsistensi dan analisis sensitivitas dilakukan untuk memastikan keandalan dan kestabilan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alternatif 1, yaitu pengaliran produksi dari sumur KYM-B dan KYM-C melalui pembangunan flowline baru yang diintegrasikan dengan produksi eksisting menuju Stasiun Pengumpul (SP) Randegan dengan peningkatan fasilitas, merupakan skenario pengembangan yang paling optimal. Alternatif ini memperoleh skor tertinggi dalam evaluasi AHP karena menunjukkan kinerja yang seimbang pada seluruh kriteria utama, yaitu efisiensi ekonomi, kelayakan teknis dan operasional, kepatuhan terhadap regulasi dan lingkungan, risiko implementasi proyek, serta keselarasan dengan pemangku kepentingan. Alternatif 1 menawarkan konfigurasi yang lebih praktis dan dapat diimplementasikan dengan tingkat kompleksitas yang lebih rendah, risiko integrasi yang lebih kecil, serta kesiapan implementasi yang lebih baik. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa alternatif terpilih tetap robust terhadap variasi bobot kriteria, meskipun alternatif dengan kinerja ekonomi yang lebih tinggi menjadi lebih kompetitif ketika kriteria finansial diprioritaskan secara dominan. Jalur pengembangan yang diusulkan didukung oleh jadwal implementasi yang realistis, dengan target persetujuan proyek pada kuartal kedua tahun 2026 dan pencapaian produksi penuh (onstream) pada kuartal keempat tahun 2028.