COVER IKHSAN UTAMA
EMBARGO  2029-07-16 
EMBARGO  2029-07-16 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam satu dekade terakhir cenderung stagnan pada kisaran 5% sehingga menjadi tantangan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029 sebagai bagian dari agenda Indonesia Emas 2045. Sebagai sektor yang berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan pembiayaan UMKM mengalami perlambatan dalam beberapa tahun terakhir akibat meningkatnya risiko kredit, asimetri informasi, keterbatasan pencatatan keuangan formal, serta semakin ketatnya persyaratan penyaluran kredit oleh perbankan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pembiayaan UMKM yang efektif bagi Bank Mandiri sehingga mampu mendukung ekspansi kredit secara prudent, meningkatkan kualitas portofolio kredit, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengombinasikan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan melalui studi literatur, wawancara dengan para pemangku kepentingan di Bank Mandiri, serta analisis strategis menggunakan metode SWOT, TOWS, dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Sementara itu, analisis kuantitatif digunakan untuk mengevaluasi kelayakan finansial strategi yang diusulkan serta melakukan simulasi dampak ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Hybrid Alternative Credit Scoring memperoleh nilai QSPM tertinggi sehingga ditetapkan sebagai strategi prioritas untuk diimplementasikan. Strategi ini menerapkan prinsip internal-first, ecosystem-second, external-selective, yaitu memprioritaskan pemanfaatan data internal, dilanjutkan dengan integrasi data ekosistem digital, serta penggunaan data eksternal secara selektif guna menghindari tingginya biaya.
Penelitian ini selanjutnya menganalisis transformasi kelembagaan sektor perbankan dalam memitigasi kegagalan pasar pada sektor UMKM melalui implementasi sistem Hybrid Alternative Credit Scoring di Bank Mandiri. Dengan mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini mengevaluasi kelayakan investasi teknologi yang diusulkan sekaligus mengukur potensi dampaknya terhadap perluasan inklusi keuangan dan peningkatan kinerja makroekonomi. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa implementasi sistem tersebut layak secara ekonomi, yang ditunjukkan oleh Net Present Value (NPV) yang positif serta tingkat pengembalian investasi yang progresif. Lebih dari itu, implementasi model pembiayaan berbasis ekosistem digital ini secara teoretis mampu mengurangi asimetri informasi dan biaya transaksi sehingga meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM yang sebelumnya belum terlayani maupun belum memperoleh akses ke layanan perbankan. Lebih lanjut, hasil simulasi ekonometrika menunjukkan bahwa perluasan akses kredit yang didorong oleh peningkatan efisiensi kelembagaan tersebut berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan PDB Indonesia melalui penguatan mekanisme transmisi sektor riil. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peran bank milik negara sebagai agen pembangunan (agent of development) dapat dioptimalkan tanpa mengabaikan
Perpustakaan Digital ITB